Waspada! Indonesia Semakin Haus Dolar, Defisit Transaksi Berjalan Berisiko Melebar
Ekonom Bank Danamon memprediksi defisit transaksi berjalan Indonesia akan menyentuh angka 1,5 persen dari PDB.
Tekanan Terhadap Stabilitas Moneter
Kondisi ekonomi nasional kini tengah menghadapi tantangan serius terkait tingginya permintaan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Ketergantungan yang meningkat terhadap dolar dikhawatirkan akan menekan stabilitas nilai tukar rupiah di pasar global.
Fenomena ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai kesehatan neraca pembayaran Indonesia dalam jangka menengah. Jika tidak segera dimitigasi, kondisi ini berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan secara signifikan.
Proyeksi Defisit Transaksi Berjalan
Kepala Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz, memberikan peringatan mengenai arah pergerakan ekonomi makro Indonesia ke depan. Ia memperkirakan bahwa defisit transaksi berjalan Indonesia akan berada di kisaran 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).