DWJ Manajement - PORTAL

RI & Malaysia Kerja Sama Garap Industri Halal

Oleh: DWJ-Manajement 18 Sep 2026
RI & Malaysia Kerja Sama Garap Industri Halal

Kosmetik dan Produk Perawatan Tubuh: Memanfaatkan tren gaya hidup halal yang terus meningkat di kalangan generasi muda global.

Fashion Muslim: Memperkuat posisi Indonesia dan Malaysia sebagai kiblat busana Muslim dunia yang modern dan elegan.

Pariwisata Ramah Muslim (Halal Tourism): Mengembangkan destinasi wisata yang menyediakan fasilitas pendukung bagi wisatawan Muslim, seperti ketersediaan makanan halal dan tempat ibadah yang memadai.

Harmonisasi Sertifikasi: Kunci Akselerasi Pasar

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai harmonisasi sertifikasi halal. Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Malaysia melalui Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) merupakan dua otoritas utama yang memiliki pengaruh besar dalam industri ini.

Selama ini, proses ekspor produk halal sering kali terkendala oleh mekanisme pengakuan sertifikat yang berbeda. Dengan adanya kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi, diharapkan akan tercipta mekanisme mutual recognition agreement (MRA) yang lebih efisien. Hal ini akan memudahkan produsen di Indonesia untuk menembus pasar Malaysia, begitu pula sebaliknya.

Efisiensi dalam sertifikasi ini tidak hanya akan menekan biaya operasional bagi para pelaku usaha, tetapi juga mempercepat waktu tempuh produk ke pasar (*time-to-market*). Kecepatan ini sangat penting dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat dengan negara-negara non-Muslim yang juga mulai melirik pasar halal.

Peran UMKM dalam Ekosistem Halal Global

Pemerintah kedua negara menyadari bahwa tulang punggung industri halal terletak pada sektor UMKM. Produk-produk lokal yang unik dan memiliki nilai budaya tinggi memiliki peluang besar untuk mendunia jika didukung oleh ekosistem halal yang kuat.

Melalui kerja sama ini, diharapkan akan ada program pendampingan bagi UMKM, baik dalam hal digitalisasi pemasaran, edukasi mengenai standar halal, hingga akses pembiayaan berbasis syariah. Dengan teknologi digital, produk UMKM dari desa-desa di Indonesia dapat dengan mudah diakses oleh konsumen di Kuala Lumpur, dan sebaliknya.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan