Meski potensi yang ditawarkan sangat besar, jalan menuju penguasaan pasar halal global tidaklah tanpa tantangan. Beberapa faktor yang perlu diwaspadai oleh kedua negara antara lain:
Persaingan Global: Negara-negara seperti Brasil, Thailand, dan Australia mulai secara agresif masuk ke pasar produk halal dunia dengan standar yang sangat kompetitif.
Teknologi dan Digitalisasi: Kebutuhan akan sistem traceability (ketertelusuran) berbasis blockchain untuk memastikan keaslian status halal suatu produk.
Standarisasi Global: Upaya untuk menyatukan berbagai standar halal yang ada di dunia agar tidak terjadi fragmentasi pasar.
Namun, jika Indonesia dan Malaysia mampu bersatu dan menyinergikan kekuatan, tantangan tersebut justru dapat menjadi peluang. Kolaborasi ini akan menciptakan kekuatan tawar (*bargaining power*) yang besar di tingkat internasional, sehingga kedua negara dapat mendikte tren dan standar industri halal global.
Diplomasi Ekonomi dalam Bingkai ASEAN
Kunjungan Ahmad Zahid Hamidi ini juga mencerminkan arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada diplomasi ekonomi. Indonesia ingin memastikan bahwa setiap hubungan bilateral yang dijalin harus memberikan nilai tambah ekonomi bagi rakyat.
Kerja sama industri halal ini juga memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang solid. Dengan adanya integrasi ekonomi syariah di kawasan, ASEAN tidak hanya akan dikenal sebagai pusat manufaktur dunia, tetapi juga sebagai pusat gaya hidup halal yang modern dan terpercaya.
Kesimpulan
Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam menggarap industri halal merupakan langkah visioner yang sangat strategis. Dengan menyatukan kekuatan pasar Indonesia yang masif dan sistem manajemen halal Malaysia yang mapan, kedua negara memiliki peluang emas untuk memimpin pasar halal global. Melalui harmonisasi sertifikasi, penguatan peran UMKM, dan fokus pada berbagai sektor gaya hidup halal, sinergi ini diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi kedua bangsa serta memperkokoh posisi ekonomi syariah di kancah internasional.