Rosan menekankan bahwa respons positif ini adalah hasil dari komunikasi yang intensif dan penyampaian visi ekonomi yang jelas. PFII dirancang bukan sekadar sebagai wadah pertemuan, melainkan sebagai jembatan strategis yang menghubungkan kebutuhan pembangunan nasional dengan ketersediaan modal global.
Sektor Strategis yang Menjadi Incaran Utama
Tidak semua sektor mendapat perhatian yang sama. Dari 110 investor yang terlibat, terdapat konsentrasi minat yang sangat besar pada sektor-sektor yang dianggap sebagai tulang punggung masa depan ekonomi Indonesia. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan transisi energi hijau.
Berdasarkan diskusi yang dilakukan, berikut adalah beberapa sektor yang paling banyak mendapatkan perhatian dari para investor global:
1. Hilirisasi Industri dan Pertambangan
Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global, terutama melalui kebijakan hilirisasi nikel dan mineral lainnya. Investor melihat peluang besar untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik (EV) yang terintegrasi di tanah air.
2. Ekonomi Hijau dan Energi Terbarukan
Seiring dengan komitmen global terhadap perubahan iklim, para investor sangat tertarik pada proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, seperti tenaga surya, panas bumi, dan potensi energi hidro yang melimpah.
3. Infrastruktur dan Konektivitas
Pembangunan infrastruktur yang masif selama beberapa tahun terakhir telah menciptakan fondasi yang kuat. Investor melihat peluang untuk terlibat dalam pengembangan pelabuhan, jalan tol, serta infrastruktur digital yang mendukung ekonomi berbasis data.