Harga minyak mentah yang merangkak naik menjadi salah satu pemicu utama ketidakstabilan nilai tukar. Kenaikan harga energi global ini berdampak langsung pada beban impor negara.
Tingginya harga minyak meningkatkan kebutuhan akan dolar AS untuk transaksi perdagangan energi. Hal ini menciptakan tekanan jual terhadap Rupiah di pasar valuta asing.
2. Ketidakpastian MSCI dan Capital Outflow
Selain faktor komoditas, ketidakpastian terkait indeks MSCI juga menjadi faktor krusial. Pergerakan indeks ini sangat memengaruhi keputusan investor institusi global.
Ketidakpastian tersebut memicu terjadinya arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik. Investor cenderung menarik dana mereka dari aset Indonesia untuk mencari keamanan di pasar lain.
Ringkasan Faktor Risiko
Berikut adalah ringkasan faktor yang memengaruhi proyeksi pelemahan Rupiah: