DWJ Manajement - PORTAL

Saat IHSG Anjlok, Asing Ternyata Berburu Saham Ini

Oleh: DWJ-Manajement 09 Jul 2026
Saat IHSG Anjlok, Asing Ternyata Berburu Saham Ini

IHSG Anjlok Tajam, Investor Asing Malah Borong Saham Blue Chip Ini

Di Tengah Tekanan Jual yang Mengguyur Pasar, Aliran Dana Asing Justru Fokus Akumulasi Saham Perbankan Utama

Kondisi pasar modal Indonesia kembali menghadapi ujian berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan yang cukup signifikan pada perdagangan Selasa, 8 Juli 2026. Tekanan jual yang masif membuat indeks merosot hingga 1,89 persen, memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel yang melihat portofolio mereka memerah dalam sekejap.

Namun, di balik kemerosotan indeks yang terlihat menyeramkan tersebut, terdapat sebuah anomali menarik yang terjadi di balik layar. Saat sebagian besar pelaku pasar tampak panik dan melakukan aksi ambil untung atau bahkan jual rugi, investor asing justru menunjukkan perilaku yang berbanding terbalik. Alih-alih melakukan aksi jual besar-besaran (net sell), para pemodal asing justru terlihat tengah melakukan strategi akumulasi pada sejumlah saham unggulan.

Analisis Kemerosotan IHSG: Apa yang Terjadi di Pasar?

Penurunan IHSG sebesar 1,89 persen bukanlah angka yang bisa dipandang sebelah mata. Dalam satu sesi perdagangan, volatilitas yang tinggi membuat sentimen negatif mendominasi lantai bursa. Beberapa analis menilai bahwa tekanan ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi global dan penyesuaian portofolio oleh investor institusi lokal.

Sentimen ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar negara berkembang (emerging markets) tampaknya menjadi pemicu utama. Ketegangan geopolitik serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan tekanan tambahan bagi saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki ketergantungan tinggi pada arus modal asing.

Kondisi ini menciptakan efek domino. Ketika beberapa saham penggerak indeks (big caps) mengalami tekanan jual, IHSG secara otomatis terseret turun. Para investor ritel, yang sering kali bereaksi terhadap pergerakan harga jangka pendek, cenderung mengikuti arus keluar (outflow) karena rasa takut kehilangan modal lebih dalam. Namun, fenomena ini justru membuka peluang bagi pemain besar yang memiliki pandangan jangka panjang.

Anomali Aliran Dana Asing: Berburu di Tengah Badai

Satu hal yang membedakan pergerakan pasar saat ini adalah adanya ketidaksinkronan antara arah indeks dengan arus modal asing (foreign flow). Meskipun IHSG merosot tajam, data menunjukkan bahwa investor asing tidak sedang melarikan diri dari pasar saham Indonesia. Sebaliknya, mereka justru melakukan "belanja besar-besaran" pada saham-saham yang dianggap memiliki fundamental paling kokoh.

Strategi ini sering disebut dengan istilah "buy on weakness". Investor asing tampaknya melihat bahwa penurunan harga yang terjadi saat ini merupakan koreksi sehat yang memberikan diskon harga pada saham-saham berkualitas tinggi. Mereka memanfaatkan volatilitas ini untuk membangun posisi (position building) sebelum pasar kembali pulih ke tren naik (uptrend).

Fokus Utama: Akumulasi Masif pada BBCA