Saham BACH Anjlok Drastis Hingga Sentuh ARB Usai Kabar Akuisisi Djarum, Investor Asing Kabur Masif
Setelah enam hari menguat, tekanan jual besar-besaran membuat harga saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) terjun bebas.
Pergerakan saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mendadak menjadi sorotan tajam para pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah sempat menikmati tren penguatan yang konsisten selama hampir sepekan, saham emiten ini justru mengalami pembalikan arah yang sangat tajam pada perdagangan terbaru.
Saham BACH dilaporkan anjlok hingga menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) dengan penurunan sebesar 14,78 persen. Penurunan ini membawa harga saham BACH ke level Rp865 per lembar. Kondisi ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelumnya saham ini tengah berada dalam fase bullish atau tren menguat yang cukup panjang.
Fenomena "Sell on News" Usai Akuisisi Djarum
Aksi jual yang masif ini terjadi tak lama setelah beredar kabar mengenai keterlibatan grup besar, Djarum, dalam mengakuisisi perusahaan tersebut. Secara teoretis, akuisisi oleh konglomerat besar seperti grup Djarum seharusnya memberikan sentimen positif jangka panjang terhadap fundamental perusahaan. Namun, dalam dinamika pasar modal, sering kali terjadi fenomena yang dikenal dengan istilah "sell on news".
Fenomena sell on news terjadi ketika investor yang sudah memegang saham sejak harga masih rendah, memanfaatkan momentum berita positif (dalam hal ini akuisisi) untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking secara besar-besaran. Kenaikan harga yang terjadi selama enam hari terakhir diduga kuat merupakan akumulasi ekspektasi pasar, dan ketika berita resmi atau sentimen akuisisi tersebut sudah terserap sepenuhnya, investor cenderung segera mengamankan keuntungan mereka.
Tekanan jual yang sangat tinggi ini membuat mekanisme pasar bekerja dengan sangat cepat, sehingga harga saham langsung terdorong ke titik terendah harian yang diperbolehkan oleh regulasi bursa, yakni batas ARB.
Aliran Dana Asing Keluar Secara Masif
Hal yang semakin memperparah kondisi saham BACH adalah derasnya arus modal keluar dari investor asing. Berdasarkan data perdagangan, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp15,42 miliar pada sesi perdagangan tersebut.
Keluar massal-nya modal asing ini menunjukkan adanya keraguan atau perubahan strategi dari investor institusi global terhadap prospek jangka pendek BACH. Beberapa faktor yang mungkin melatarbelakangi aksi net sell asing ini antara lain: