DWJ Manajement - PORTAL

Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak Bertambah Jadi 60 Emiten, Ini Daftarnya

Oleh: DWJ-Manajement • 30 Sep 2026
Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak Bertambah Jadi 60 Emiten, Ini Daftarnya

Risiko Utama Saham dengan Konsentrasi Tinggi

Bagi investor ritel, masuk ke dalam saham yang masuk dalam kategori HSC bukanlah tanpa risiko. Ada dua risiko utama yang harus dipahami secara mendalam sebelum memutuskan untuk menaruh modal pada emiten jenis ini.

1. Rendahnya Likuiditas Pasar

Masalah paling mendasar dari saham dengan kepemilikan terkonsentrasi adalah rendahnya likuiditas. Karena jumlah saham yang beredar di publik sangat terbatas, maka volume transaksi harian biasanya cenderung kecil. Hal ini membuat investor akan kesulitan untuk melakukan jual-beli dalam jumlah besar tanpa memengaruhi harga secara drastis.

Bayangkan jika Anda ingin menjual saham dalam jumlah miliaran rupiah, namun antrean pembeli di pasar reguler sangat tipis. Anda mungkin terpaksa menjual di harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar saat ini hanya agar transaksi dapat tuntas. Inilah yang disebut dengan risiko likuiditas.

2. Volatilitas Harga yang Ekstrem

Dengan jumlah saham beredar yang sedikit, setiap transaksi yang dilakukan oleh pemegang saham besar dapat menyebabkan fluktuasi harga yang sangat liar. Jika satu pemegang saham utama melakukan aksi jual, harga bisa merosot tajam dalam waktu singkat (crash). Sebaliknya, aksi beli dalam jumlah kecil pun dapat melonjakkan harga secara tidak wajar.

Kondisi ini seringkali dimanfaatkan oleh spekulan untuk melakukan praktik manipulasi pasar. Harga saham bisa "digoreng" dengan mudah karena tidak membutuhkan modal yang sangat besar untuk menggerakkan harga pada saham yang free float-nya rendah.

Daftar Sektor dan Karakteristik Emiten yang Perlu Diwaspadai

Meskipun daftar lengkap 60 emiten tersebut mencakup berbagai industri, secara umum emiten yang masuk dalam kategori HSC seringkali ditemukan pada sektor-sektor berikut:

Sektor Keuangan dan Perbankan: Banyak bank yang dikuasai oleh konglomerasi besar atau memiliki porsi kepemilikan pemerintah yang dominan.

Sektor Energi dan Pertambangan: Perusahaan tambang sering kali memiliki struktur kepemilikan yang terpusat pada pemegang konsesi atau grup usaha tertentu.

Sektor Infrastruktur dan Properti: Emiten di bidang ini sering kali merupakan bagian dari grup besar yang menggunakan perusahaan terbuka sebagai kendaraan pendanaan bagi proyek-proyek induknya.