Intimidasi dan Teror: Penagihan dilakukan dengan cara yang tidak manusiawi, mulai dari ancaman kekerasan, penghinaan, hingga penyebaran data pribadi ke seluruh daftar kontak korban guna mempermalukan mereka.
Tidak Ada Perlindungan Konsumen: Karena tidak terdaftar di OJK, masyarakat tidak memiliki sandaran hukum jika terjadi sengketa atau kerugian akibat praktik penagihan yang kasar.
Waspadai Modus MLM dan Click-to-Earn dalam Investasi Bodong
Selain sektor pinjaman, sektor investasi juga menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan. Dari 241 investasi ilegal yang diblokir, Satgas PASTI menyoroti adanya pergeseran modus operandi yang semakin kompleks. Jika sebelumnya investasi bodong sering menggunakan nama besar perusahaan atau tokoh ternama, kini mereka menggunakan skema yang lebih "halus" dan terlihat modern.
Bahaya Skema MLM (Multi-Level Marketing) dalam Investasi
Salah satu modus yang paling banyak ditemukan adalah penggunaan skema Multi-Level Marketing (MLM) atau skema piramida. Dalam modus ini, pelaku tidak benar-benar menjalankan bisnis produk atau jasa yang nyata, melainkan hanya fokus pada perekrutan anggota baru. Keuntungan yang didapatkan anggota lama berasal dari uang setoran anggota baru, bukan dari hasil usaha yang produktif.
Masyarakat seringkali terjebak karena iming-iming komisi besar jika berhasil membawa orang lain untuk bergabung. Padahal, secara struktural, skema ini pasti akan runtuh ketika tidak ada lagi anggota baru yang bisa direkrut, dan saat itulah para anggota di level bawah akan kehilangan seluruh uang mereka.
Fenomena Click-to-Earn yang Menipu
Modus lain yang sedang tren dan sangat berbahaya adalah skema "Click-to-Earn". Modus ini seringkali dipromosikan melalui media sosial dengan narasi bahwa pengguna hanya perlu melakukan tugas-tugas sederhana seperti mengeklik iklan, menonton video, atau memberikan rating pada sebuah produk untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar.
Awalnya, korban mungkin akan diberikan "keuntungan" kecil sebagai pancingan agar mereka percaya. Namun, setelah korban menyetor sejumlah uang (dengan alasan biaya pendaftaran, biaya aktivasi, atau upgrade akun), pelaku akan menghilang atau menutup platform tersebut. Ini adalah bentuk penipuan berbasis tugas digital yang sangat efektif menyasar generasi muda dan mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan secara instan.
Cara Membedakan Layanan Keuangan Legal dan Ilegal