Kenaikan ini menjadi indikator penting bahwa kendala utama petani selama ini bukanlah ketersediaan barang, melainkan kerumitan prosedur untuk mendapatkannya. Dengan aturan yang kini lebih ramping, petani tidak lagi terbebani oleh prosedur administrasi yang memusingkan saat ingin mengakses hak subsidi mereka.
Beberapa faktor yang menyebabkan melonjaknya penyerapan ini antara lain:
Kemudahan Akses: Prosedur pendaftaran dan pengambilan pupuk menjadi lebih singkat dan tidak berbelit.
Transparansi Distribusi: Dengan sedikitnya aturan, titik kontrol menjadi lebih jelas sehingga meminimalisir praktik penimbunan.
Kecepatan Logistik: Alur birokrasi yang pendek mempercepat pergerakan pupuk dari produsen ke pengecer hingga ke tingkat petani.
Kepastian Stok: Aturan yang sederhana memudahkan pemerintah dalam memantau stok di setiap wilayah secara real-time.
Menyoroti Masalah "Ruwet" di Sektor Pengolahan Sampah
Selain masalah pupuk, Zulkifli Hasan juga menyoroti bahwa sektor pengolahan sampah merupakan salah satu area yang masih sangat "ruwet". Menurutnya, kerumitan aturan di sektor sampah seringkali menghambat terciptanya ekonomi sirkular yang bisa mendukung ketahanan pangan dan kebersihan lingkungan.