Untuk mendukung upaya penguatan manufaktur, diperlukan intervensi kebijakan yang bersifat pro-industri. Para pengusaha berharap pemerintah dapat memberikan kepastian hukum dan kemudahan dalam proses perizinan. Selain itu, insentif fiskal seperti tax holiday atau tax allowance perlu diarahkan secara tepat sasaran kepada industri yang mampu meningkatkan penggunaan konten lokal (TKDN).
Selain aspek fiskal, dukungan dalam bentuk pembiayaan murah bagi pengembangan teknologi industri juga sangat dibutuhkan. Tanpa dukungan pembiayaan yang memadai, transisi menuju industri yang lebih modern dan efisien akan berjalan sangat lambat.
Langkah Strategis Menuju Kebangkitan Manufaktur
Menghadapi tantangan yang kompleks ini, diperlukan peta jalan (roadmap) yang jelas untuk membangkitkan kembali gairah industri manufaktur. Beberapa langkah strategis yang dapat diambil meliputi:
Sinkronisasi Kebijakan Hulu-Hilir: Memastikan ketersediaan bahan baku dari sektor hulu dapat terserap secara optimal oleh industri manufaktur di sektor hilir.
Investasi pada R&D: Mendorong perusahaan untuk meningkatkan anggaran penelitian dan pengembangan guna menciptakan inovasi produk dan efisiensi proses.
Digitalisasi Industri: Mempercepat adopsi teknologi digital dan otomasi untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi kesalahan manusia.
Penguatan Link and Match Pendidikan: Menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri manufaktur agar menghasilkan lulusan yang siap pakai.
Jika langkah-langkah ini diambil secara konsisten, sektor manufaktur tidak hanya akan mampu bertahan dari tekanan global, tetapi juga dapat menjadi mesin utama yang membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kesimpulan
Melemahnya sektor manufaktur Indonesia merupakan alarm bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi. Masalah utama yang dihadapi bukan sekadar penurunan permintaan, melainkan hambatan struktural berupa tingginya ketergantungan impor, rantai pasok yang belum terintegrasi, dan daya saing yang masih perlu ditingkatkan. Melalui penguatan rantai pasok domestik, percepatan hilirisasi di berbagai sektor, serta kebijakan pemerintah yang mendukung efisiensi industri, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembalikan kejayaan sektor manufaktur sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.