DWJ Manajement - PORTAL

Singgung Harga Minyak Tinggi, Bahlil Sebut Banyak Orang Beralih ke BBM Subsidi

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
Singgung Harga Minyak Tinggi, Bahlil Sebut Banyak Orang Beralih ke BBM Subsidi

```html

Harga Minyak Dunia Melonjak, Bahlil Soroti Risiko Pergeseran Konsumsi ke BBM Bersubsidi

Kenaikan harga minyak mentah global dikhawatirkan akan memicu lonjakan permintaan bahan bakar bersubsidi yang dapat memperlebar beban APBN.

Dinamika pasar energi global yang kian tidak menentu mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pola konsumsi energi di dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan peringatan terkait potensi pergeseran perilaku masyarakat dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia.

Menurut Bahlil, fluktuasi harga minyak internasional secara langsung akan memengaruhi struktur harga BBM nasional. Kondisi ini menciptakan tekanan ekonomi bagi masyarakat, yang pada akhirnya memicu fenomena di mana konsumen cenderung beralih dari penggunaan BBM non-subsidi ke BBM yang disubsidi pemerintah.

Dampak Harga Minyak Global terhadap Domestik

Kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional bukan sekadar angka di papan bursa, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi domestik. Ketika harga minyak dunia meroket, biaya operasional industri dan biaya distribusi logistik ikut terkerek naik. Hal ini secara otomatis memberikan tekanan pada harga BBM jenis non-subsidi seperti Pertamax dan Dexlite.

Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme pasar akan bekerja secara alami. Jika harga BBM non-subsidi naik mengikuti harga pasar global, sementara harga BBM bersubsidi tetap terjaga karena intervensi pemerintah, maka akan terjadi selisih harga yang cukup signifikan.

"Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan. Jadi pasti orang akan memilih ke sana," ujar Bahlil saat menanggapi perkembangan harga minyak dunia.

Pernyataan ini menggarisbawahi sebuah tantangan besar bagi pemerintah: bagaimana menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga di tingkat masyarakat dengan kemampuan fiskal negara dalam menanggung beban subsidi.

Fenomena Pergeseran Konsumsi: Tantangan bagi APBN