DWJ Manajement - PORTAL

Smelter Freeport di Gresik Kembali Operasi Bertahap Mulai September 2026

Oleh: DWJ-Manajement 07 Aug 2026
Smelter Freeport di Gresik Kembali Operasi Bertahap Mulai September 2026

Smelter Manyar Freeport Gresik Kembali Beroperasi Bertahap Mulai September 2026 Pasca Insiden Longsor

GRESIK - Kabar baik datang dari sektor industri pengolahan mineral nasional. Proyek strategis nasional, Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dipastikan akan kembali memulai aktivitas operasionalnya. Setelah sempat mengalami hambatan akibat insiden longsor, fasilitas pemurnian raksasa ini dijadwalkan untuk mulai beroperasi secara bertahap pada September 2026 mendatang.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi industri hilirisasi tembaga di Indonesia, mengingat smelter Manyar merupakan salah satu proyek pemurnian tembaga terbesar di dunia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memulihkan kapasitas produksi dan memastikan rantai pasok mineral nasional tetap terjaga di tengah tantangan teknis yang sempat dihadapi.

Langkah Strategis Pemulihan Pasca Kendala Teknis

Proses operasional smelter yang sempat tertunda akibat gangguan tanah longsor di area proyek kini telah memasuki fase perencanaan pemulihan yang matang. Manajemen PT Freeport Indonesia menyatakan bahwa jadwal September 2026 bukanlah angka yang muncul tanpa perhitungan. Perusahaan tengah melakukan serangkaian evaluasi teknis, penguatan struktur area terdampak, serta memastikan seluruh standar keamanan (safety) terpenuhi sebelum mesin-mesin mulai bekerja kembali.

Pengoperasian secara bertahap dipilih untuk meminimalkan risiko dan memastikan stabilitas sistem. Dengan metode ini, setiap tahapan produksi akan dipantau secara ketat guna menghindari terulangnya kendala serupa di masa mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan proyek berskala masif ini.

Beberapa poin utama dalam rencana pemulihan ini meliputi:

Audit Keamanan Infrastruktur: Melakukan pengecekan menyeluruh terhadap stabilitas tanah dan struktur bangunan di sekitar area terdampak longsor.

Optimalisasi Sistem Pemurnian: Memastikan seluruh perangkat teknologi pemurnian tembaga siap beroperasi sesuai dengan standar kapasitas global.

Kesiapan Rantai Pasok: Menyelaraskan kembali logistik bahan baku dari tambang ke fasilitas smelter di Gresik.