DWJ Manajement - PORTAL

Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi

Waspada! Super El Nino Tak Hanya Picu Kekeringan, Studi Sebut Bisa Percepat Kenaikan Permukaan Laut Global

Fenomena iklim ekstrem ini membawa ancaman ganda: cuaca panas yang menyengat sekaligus ancaman tenggelamnya wilayah pesisir akibat anomali suhu laut.

Selama ini, masyarakat luas lebih mengenal fenomena El Nino sebagai penyebab utama kemarau panjang, kekeringan ekstrem, hingga ancaman kebakaran hutan yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun, sebuah temuan studi terbaru mengungkapkan sisi gelap lain dari fenomena ini yang jauh lebih mengkhawatirkan bagi keberlangsungan hidup manusia di masa depan.

Berdasarkan penelitian terbaru, kondisi "Super El Nino" yang terjadi secara intens tidak hanya membawa dampak pada perubahan pola cuaca di daratan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mempercepat kenaikan permukaan laut global secara signifikan. Hal ini menjadi peringatan keras bagi negara-negara kepulauan dan kawasan pesisir yang selama ini sudah berjuang melawan dampak perubahan iklim.

Mekanisme di Balik Kenaikan Permukaan Laut Akibat El Nino

Untuk memahami mengapa fenomena El Nino dapat menyebabkan air laut naik, kita perlu melihat bagaimana energi panas didistribusikan di seluruh planet ini. El Nino adalah fase hangat dari siklus perubahan iklim alami yang disebut ENSO (El Niño-Southern Oscillation). Saat fase ini terjadi, suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur meningkat drastis.

Para ahli menjelaskan bahwa ada dua mekanisme utama yang bekerja secara simultan ketika Super El Nino melanda:

Ekspansi Termal (Thermal Expansion): Ini adalah prinsip dasar fisika di mana air yang menyerap lebih banyak panas akan memuai. Ketika suhu permukaan laut meningkat secara masif akibat El Nino, volume air laut secara otomatis bertambah. Meskipun kenaikannya mungkin terlihat kecil secara persentase, dalam skala samudra yang luas, hal ini menyebabkan kenaikan permukaan laut yang nyata dan dapat diukur.

Redistribusi Massa Air: El Nino mengubah pola angin pasat yang biasanya mendorong air hangat ke arah barat (wilayah Indonesia dan Asia). Saat El Nino terjadi, angin ini melemah, menyebabkan massa air hangat yang besar bergerak kembali ke arah tengah dan timur Pasifik. Pergeseran massa air yang masif ini menciptakan ketidakseimbangan ketinggian permukaan laut di berbagai wilayah dunia.

Fenomena "Super" El Nino merujuk pada kondisi di mana anomali suhu ini jauh lebih kuat dan bertahan lebih lama dibandingkan siklus El Nino biasa. Intensitas yang lebih tinggi ini berarti energi panas yang terserap ke dalam samudra jauh lebih besar, yang secara langsung berkolerasi dengan laju kenaikan permukaan laut yang lebih agresif.

Mengapa "Super El Nino" Lebih Berbahaya?

Perbedaan antara El Nino biasa dengan Super El Nino terletak pada skala dan durasinya. Jika El Nino biasa hanya memberikan gangguan cuaca musiman, Super El Nino dapat mengubah dinamika iklim global selama beberapa tahun. Panas yang terperangkap di dalam laut selama periode ini tidak hilang begitu saja saat fenomena berakhir. Sebagian besar panas tersebut terserap ke lapisan laut yang lebih dalam.