DWJ Manajement - PORTAL

Tantangan Besar Destry-Calon Gubernur BI di Tengah Gejolak Global

Oleh: DWJ-Manajement 10 Aug 2026
Tantangan Besar Destry-Calon Gubernur BI di Tengah Gejolak Global

Dunia saat ini sedang berada dalam fase ketidakpastian yang tinggi. Destry Damayanti akan mewarisi tongkat estafet kepemimpinan BI di saat berbagai variabel ekonomi global sedang bergejolak. Beberapa faktor eksternal yang diprediksi akan menjadi "ujian api" bagi kepemimpinan Destry di Bank Indonesia antara lain:

Kebijakan Suku Bunga The Fed: Keputusan Federal Reserve Amerika Serikat dalam menentukan arah suku bunga akan terus menjadi jangkar bagi pergerakan nilai tukar rupiah. Setiap perubahan arah kebijakan di Washington akan berdampak langsung pada aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ketegangan Geopolitik: Konflik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia, mulai dari Timur Tengah hingga Eropa Timur, terus mengancam stabilitas harga komoditas global. Fluktuasi harga energi dan pangan akibat perang dapat memicu inflasi impor (imported inflation) yang sulit dikendalikan.

Perlambatan Ekonomi Tiongkok: Sebagai mitra dagang utama Indonesia, dinamika ekonomi Tiongkok memiliki korelasi kuat terhadap kinerja ekspor dan stabilitas nilai tukar kita. Perlambatan sektor properti dan konsumsi di Tiongkok dapat menekan permintaan komoditas dari Indonesia.

Volatilitas Pasar Keuangan: Ketidakpastian ekonomi seringkali memicu sentimen "risk-off" di kalangan investor global, yang menyebabkan penarikan dana secara masif dari aset-aset di pasar negara berkembang menuju aset aman (safe haven) seperti Dollar AS atau emas.

Tantangan Domestik: Inflasi dan Stabilitas Rupiah

Selain tekanan dari luar, Destry juga harus memutar otak untuk menjaga stabilitas di dalam negeri. Tugas utama BI adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi agar tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan. Di era pasca-pandemi dan di tengah transisi pemerintahan, menjaga ekspektasi inflasi masyarakat menjadi sangat krusial.