Penguatan Pengawasan: Meningkatkan kualitas pengawasan terhadap emiten baru guna melindungi investor ritel dari praktik-praktik manipulatif.
Diversifikasi Sektor Menjadi Kunci
Salah satu poin krusial dalam pencapaian target ini adalah diversifikasi sektor perusahaan yang melantai di bursa. Selama ini, pasar modal Indonesia masih didominasi oleh sektor perbankan, konsumsi, dan sumber daya alam. Untuk mencapai target 1.100 emiten, BEI perlu mendorong perusahaan dari sektor lain untuk mulai melirik pasar modal sebagai sarana pendanaan.
Sektor-sektor potensial yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap target 2030 antara lain:
Sektor Teknologi dan Digital: Mendorong perusahaan startup yang telah mencapai tahap scale-up untuk melakukan IPO.
Sektor Energi Terbarukan (Green Economy): Mengingat tren global menuju ekonomi hijau, perusahaan yang bergerak di bidang energi bersih memiliki potensi besar untuk menarik minat investor global.
Sektor Manufaktur dan Industri Hilirisasi: Sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai hilirisasi industri, perusahaan-perusahaan di sektor ini diharapkan dapat memperkuat struktur pasar modal.
Sektor UMKM Naik Kelas: Melalui papan akselerasi, perusahaan skala menengah dapat didorong untuk mulai melakukan pencatatan di bursa.
Tantangan dalam Memperluas Struktur Pasar
Meskipun target ini terdengar sangat menjanjikan, perjalanan menuju tahun 2030 tidak akan lepas dari berbagai tantangan. Dinamika ekonomi global, perubahan suku bunga bank sentral dunia, hingga kondisi geopolitik dapat sangat memengaruhi minat investor untuk menanamkan modalnya di pasar saham.
Selain faktor eksternal, tantangan dari dalam negeri juga perlu mendapat perhatian serius. Beberapa faktor yang dapat menjadi hambatan antara lain: