Selain masalah geografis, DEN juga menyoroti isu krusial terkait ketidaktepatan sasaran penerima manfaat. Temuan menunjukkan bahwa program MBG justru lebih banyak diterima oleh siswa yang berasal dari keluarga mampu.
Hal ini menjadi catatan kritis bagi pemerintah dalam menjalankan program penguatan gizi nasional. Seharusnya, program ini diprioritaskan bagi siswa dari keluarga prasejahtera guna menekan angka stunting dan malnutrisi secara efektif.
Ketidaksesuaian ini menunjukkan adanya celah dalam sistem verifikasi data penerima di lapangan. Jika tidak segera dibenahi, anggaran negara dikhawatirkan tidak terserap untuk kelompok yang paling membutuhkan.
Faktor Utama Ketidaktepatan Sasaran
Berdasarkan analisis DEN, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan distribusi MBG tidak berjalan sesuai rencana:
Sistem pendataan siswa yang belum terintegrasi secara akurat dengan data ekonomi keluarga.