DWJ Manajement - PORTAL

Temuan DEN: MBG Terkonsentrasi di Kota, Lebih Banyak Diterima Siswa Kaya

Oleh: DWJ-Manajement • 21 Oct 2026
Temuan DEN: MBG Terkonsentrasi di Kota, Lebih Banyak Diterima Siswa Kaya

Temuan Mengejutkan DEN: Program Makan Bergizi Gratis Didominasi Siswa Kota dan Keluarga Mampu

Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum tepat sasaran dan menunjukkan ketimpangan wilayah yang signifikan.

Ketimpangan Distribusi Antar Wilayah

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) merilis temuan terbaru yang menyoroti efektivitas distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data yang dihimpun, terlihat adanya konsentrasi distribusi yang sangat tinggi di wilayah perkotaan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa siswa di wilayah pelosok atau pedesaan masih belum merasakan manfaat program secara optimal. Kesenjangan infrastruktur logistik diduga menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemerataan distribusi di daerah terpencil.

Ketimpangan ini memicu kekhawatiran akan terjadinya jurang nutrisi yang semakin lebar antara anak-anak di kota besar dan di pedesaan. Tanpa intervensi cepat, tujuan pemerataan gizi nasional sulit untuk dicapai.

Sasaran Program Didominasi Siswa dari Keluarga Mampu

Selain masalah geografis, DEN juga menyoroti isu krusial terkait ketidaktepatan sasaran penerima manfaat. Temuan menunjukkan bahwa program MBG justru lebih banyak diterima oleh siswa yang berasal dari keluarga mampu.

Hal ini menjadi catatan kritis bagi pemerintah dalam menjalankan program penguatan gizi nasional. Seharusnya, program ini diprioritaskan bagi siswa dari keluarga prasejahtera guna menekan angka stunting dan malnutrisi secara efektif.

Ketidaksesuaian ini menunjukkan adanya celah dalam sistem verifikasi data penerima di lapangan. Jika tidak segera dibenahi, anggaran negara dikhawatirkan tidak terserap untuk kelompok yang paling membutuhkan.

Faktor Utama Ketidaktepatan Sasaran

Berdasarkan analisis DEN, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan distribusi MBG tidak berjalan sesuai rencana:

Sistem pendataan siswa yang belum terintegrasi secara akurat dengan data ekonomi keluarga.

Mekanisme pengawasan distribusi di tingkat sekolah yang masih lemah.

Kemudahan akses logistik bagi penyedia makanan di wilayah perkotaan dibandingkan wilayah rural.

Kesimpulan

Temuan DEN ini menjadi alarm penting bagi pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis. Perbaikan sistem pendataan berbasis data kemiskinan yang akurat dan pemerataan infrastruktur distribusi sangat diperlukan agar program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi siswa yang membutuhkan di seluruh pelosok Indonesia.

Menampilkan Seluruh Artikel