Prabowo Kritik Keras Lembaga Rating Internasional: 'Apakah Orang Asing Selalu Benar?'
Jakarta - Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan pernyataan menohok terhadap lembaga pemeringkat kredit (rating agency) internasional. Dalam sebuah kesempatan, Prabowo mempertanyakan objektivitas dan otoritas mutlak yang selama ini dimiliki oleh lembaga-lembaga global tersebut dalam menilai kondisi ekonomi sebuah negara.
Kritik ini mencuat di tengah dinamika ekonomi global yang sering kali menempatkan negara berkembang pada posisi yang rentan terhadap penilaian lembaga pemeringkat. Prabowo menekankan bahwa penilaian yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga tersebut bukanlah sebuah kebenaran mutlak, melainkan hasil dari persepsi manusia yang tidak luput dari kesalahan.
Pernyataan ini menjadi sorotan tajam karena menyentuh aspek fundamental dalam diplomasi ekonomi dan kedaulatan nasional. Di satu sisi, lembaga rating sangat krusial bagi akses pasar modal internasional, namun di sisi lain, ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap opini asing dianggap dapat mendikte kebijakan domestik.
Argumen 'Kemanusiaan' di Balik Kritik Prabowo
Inti dari kritik Prabowo terletak pada pengakuan bahwa setiap penilaian yang dihasilkan oleh lembaga rating tetaplah produk dari pemikiran manusia. Ia mengajak semua pihak untuk berpikir kritis terhadap legitimasi penilaian yang datang dari luar negeri.
"Dan ini kan manusia. Apakah kalau manusia ini namanya orang asing, tinggalnya di luar, apakah dia selalu benar? Kan nggak," tegas Prabowo saat menyoroti bagaimana penilaian asing sering kali dianggap sebagai parameter tunggal keberhasilan ekonomi sebuah negara.
Dengan pernyataan tersebut, Prabowo seolah ingin memberikan pesan kuat bahwa Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pengikut (follower) dari standar-standar yang ditetapkan oleh pihak asing. Ia menekankan pentingnya melihat realitas ekonomi dari perspektif dalam negeri, bukan hanya melalui kacamata analis yang duduk di New York, London, atau Paris.
Mengapa Lembaga Rating Sangat Berpengaruh?
Sebelum memahami mengapa kritik Prabowo ini begitu signifikan, penting untuk memahami peran dan fungsi dari lembaga rating seperti Moody’s, Standard & Poor’s (S&P), dan Fitch Ratings. Secara umum, lembaga-lembaga ini berfungsi untuk:
Menilai Kemampuan Membayar Utang: Mereka memberikan skor yang menunjukkan seberapa besar risiko sebuah negara atau perusahaan gagal memenuhi kewajiban finansialnya.
Menentukan Suku Bunga: Semakin tinggi rating sebuah negara, semakin rendah bunga yang harus dibayar saat menerbitkan surat utang, karena risiko dianggap rendah.