Dampak Bagi Pelaku Ekonomi
Jika prediksi ini benar-benar terjadi, sektor importir akan menghadapi tantangan besar akibat kenaikan biaya pengadaan barang. Hal ini berpotensi memicu kenaikan harga di tingkat konsumen atau inflasi.
Di sisi lain, sektor ekspor mungkin akan mendapatkan keuntungan dari penguatan nilai Dolar terhadap Rupiah. Namun, perusahaan dengan utang dalam mata uang asing tetap harus melakukan mitigasi risiko yang ketat.
Kesimpulan
Proyeksi kurs Rupiah di kisaran Rp 17.800 - Rp 18.200 pada akhir 2026 merupakan sinyal bagi pelaku ekonomi untuk bersiap. Mitigasi risiko nilai tukar dan penguatan fundamental ekonomi nasional menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keuangan di masa mendatang.