DWJ Manajement - PORTAL

Video: Bos Bank Jatim "Pamer" Keberhasilan Sinergi BPD Lewat KUB

Oleh: DWJ-Manajement 05 Aug 2026
Video: Bos Bank Jatim "Pamer" Keberhasilan Sinergi BPD Lewat KUB

Pertukaran Data dan Informasi: Kolaborasi ini mempermudah pertukaran informasi terkait manajemen risiko dan tren pasar di masing-masing wilayah.

Menghadapi Tantangan Digitalisasi dan Fintech

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi BPD saat ini adalah disrupsi digital. Munculnya berbagai perusahaan fintech dan bank digital yang menawarkan kemudahan akses serta layanan tanpa kantor fisik telah mengancam pangsa pasar perbankan tradisional. Tanpa investasi teknologi yang masif, BPD berisiko tertinggal dalam memberikan layanan yang relevan bagi generasi milenial dan Gen Z.

Di sinilah peran KUB menjadi sangat vital. Melalui sinergi, BPD dapat melakukan "cost-sharing" dalam pengembangan platform digital banking. Alih-alih setiap BPD membangun sistem dari nol dengan biaya triliunan rupiah, mereka dapat mengembangkan platform bersama atau setidaknya menggunakan arsitektur teknologi yang serupa. Hal ini akan mempercepat transformasi digital di tingkat regional tanpa harus menguras APBD atau modal bank secara berlebihan.

Meningkatkan Daya Saing di Level Nasional

Selama ini, BPD seringkali dipandang sebagai pemain lokal yang hanya menguasai pasar di wilayahnya masing-masing. Namun, dengan adanya keberhasilan sinergi KUB yang dipaparkan oleh Bos Bank Jatim, pandangan tersebut mulai bergeser. BPD kini mulai menunjukkan taringnya dalam kompetisi nasional.

Peningkatan daya saing ini terlihat dari kemampuan BPD dalam mengelola portofolio kredit yang lebih variatif dan sehat. Dengan sinergi, manajemen risiko dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Misalnya, jika satu BPD memiliki keunggulan dalam pembiayaan sektor perkebunan, sementara BPD lain kuat di sektor industri, mereka dapat saling mendukung melalui mekanisme penyediaan likuiditas atau skema pembiayaan bersama.

Selain itu, sinergi ini juga memperkuat peran BPD sebagai penyalur utama dana pemerintah daerah dan dana pembangunan nasional di wilayah-wilayah strategis. Kepercayaan investor dan pemerintah pusat terhadap BPD meningkat seiring dengan terlihatnya stabilitas dan profesionalisme yang dihasilkan dari kolaborasi antar-bank daerah tersebut.

Dampak Positif terhadap Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Tujuan akhir dari penguatan BPD melalui KUB bukan hanya soal profitabilitas bank, melainkan juga dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat di daerah. BPD memiliki kedekatan emosional dan geografis dengan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia.