2. Menjaga Stabilitas Ekonomi Domestik
Komoditas mineral seperti nikel dan timah memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Fluktuasi harga yang ekstrem di pasar global dapat menyebabkan ketidakpastian bagi investor dan stabilitas fiskal negara. Dengan adanya bursa domestik, pemerintah memiliki alat untuk melakukan intervensi atau setidaknya memiliki basis data yang kuat untuk mengelola dampak volatilitas harga terhadap ekonomi nasional.
3. Menarik Investasi Industri Hilir
Investor di sektor industri hilir, seperti pabrik baterai kendaraan listrik (EV) yang membutuhkan nikel dalam jumlah besar, membutuhkan kepastian pasokan dan harga. Keberadaan Bursa Mineral akan memberikan transparansi harga yang dibutuhkan oleh para pelaku industri untuk melakukan perencanaan jangka panjang, sehingga Indonesia menjadi destinasi investasi yang lebih menarik dan terprediksi.
Fokus Utama: Timah dan Nikel sebagai Lokomotif Ekonomi
Meskipun Bursa Mineral nantinya akan mencakup berbagai jenis mineral lainnya, fokus utama dalam fase awal pengembangannya adalah timah dan nikel. Kedua komoditas ini memiliki peran geopolitik dan ekonomi yang sangat vital di era transisi energi saat ini.
Nikel: Sebagai komponen utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, nikel telah menempatkan Indonesia di pusat perhatian dunia. Dengan mengendalikan harga nikel melalui bursa domestik, Indonesia dapat menentukan arah industri kendaraan listrik global secara lebih efektif.
Timah: Indonesia merupakan salah satu pemain utama timah dunia. Pengendalian harga timah sangat penting untuk menjaga stabilitas industri elektronik global yang sangat bergantung pada pasokan dari Indonesia.
Mineral Lainnya: Ke depannya, bursa ini juga diproyeksikan akan mengakomodasi komoditas lain seperti tembaga, bauksit, dan mineral kritis lainnya yang dibutuhkan untuk teknologi masa depan.
Tantangan dan Roadmap Menuju 2027