DWJ Manajement - PORTAL

Video: Harapan Damai di Selat Hormuz, Harga Minyak Emas dan Emas Anjlok

Oleh: DWJ-Manajement 05 Aug 2026
Video: Harapan Damai di Selat Hormuz, Harga Minyak Emas dan Emas Anjlok

Dengan munculnya harapan perdamaian, premi risiko tersebut dianggap tidak lagi relevan. Berikut adalah mekanisme yang terjadi di pasar minyak:

1. Kepastian Pasokan Kembali Menguat

Investor kini melihat bahwa jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz tetap aman dan terbuka. Dengan hilangnya ancaman gangguan fisik, permintaan terhadap minyak "cadangan" atau spekulasi terhadap kenaikan harga mendadak menjadi berkurang.

2. Pergeseran Fokus ke Sisi Permintaan (Demand)

Setelah sekian lama pasar hanya fokus pada masalah pasokan (supply), kini perhatian investor kembali beralih pada fundamental ekonomi, yaitu seberapa besar permintaan minyak dari negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat. Jika ekonomi global stabil, harga minyak akan lebih ditentukan oleh konsumsi riil daripada drama politik.

3. Aksi Ambil Untung (Profit Taking)

Banyak trader yang sebelumnya membeli minyak pada harga tinggi untuk memanfaatkan spekulasi perang, kini melakukan aksi ambil untung. Penjualan besar-besaran ini semakin menekan harga minyak ke bawah, menciptakan tren penurunan yang tajam.

Emas Terjun Bebas: Berakhirnya Era "Safe Haven" Sementara

Fenomena yang tak kalah mengejutkan adalah jatuhnya harga emas. Sebagai aset safe-haven atau aset aman, emas biasanya meroket saat dunia sedang dilanda konflik, ketidakpastian politik, atau krisis ekonomi. Logikanya sederhana: saat dunia kacau, orang tidak ingin memegang uang kertas, mereka ingin memegang logam mulia yang nilainya stabil.

Namun, ketika harapan perdamaian di Selat Hormuz menguat, narasi "dunia dalam bahaya" berubah menjadi "dunia menuju stabilitas". Hal ini menyebabkan:

Exit dari Aset Aman: Investor mulai keluar dari posisi emas dan mengalihkan modal mereka kembali ke aset-aset yang lebih berisiko namun menawarkan imbal hasil (return) lebih tinggi, seperti pasar saham (equities).

Penguatan Mata Uang: Seringkali, meredanya ketegangan geopolitik juga diikuti dengan penguatan mata uang utama seperti Dollar AS. Karena emas dihargai dalam Dollar, penguatan Dollar secara otomatis membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, yang kemudian menekan permintaan dan harga emas itu sendiri.

Penurunan Volatilitas: Pasar yang tenang cenderung tidak membutuhkan perlindungan dalam bentuk emas. Emas dianggap sebagai aset "mati" yang tidak memberikan dividen atau bunga, sehingga dalam kondisi damai, aset ini menjadi kurang menarik.