DWJ Manajement - PORTAL

Video: Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

Oleh: DWJ-Manajement 20 Sep 2026
Video: Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

Kepastian Alokasi Gas Jangka Panjang: Pemerintah diharapkan dapat memberikan jaminan kuota gas yang stabil berdasarkan kontrak jangka panjang yang selaras dengan rencana ekspansi industri.

Stabilisasi Harga Gas Industri: Perlunya skema harga gas yang memberikan ruang bagi industri untuk tetap kompetitif namun tetap memberikan pendapatan yang wajar bagi negara.

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Gas: Mempercepat perluasan jaringan pipa gas menuju kawasan-kawasan industri manufaktur agar ketergantungan pada pengiriman gas via truk (CNG) yang mahal dapat dikurangi.

Insentif untuk Teknologi Hemat Energi: Pemberian insentif bagi perusahaan yang mampu mengadopsi teknologi tanur yang lebih efisien dalam penggunaan gas.

Menuju Kemandirian Industri Keramik Nasional

Upaya untuk mencapai kemandirian industri keramik nasional memerlukan kolaborasi lintas sektoral. Program MBG-KDMP seharusnya tidak hanya dipandang sebagai program sosial-ekonomi, tetapi juga sebagai peluang emas bagi industri manufaktur untuk melakukan lompatan kapasitas. Namun, peluang ini hanya bisa diraih jika fondasi energinya kuat dan stabil.

Tanpa adanya intervensi kebijakan yang tepat terkait manajemen energi, ambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri keramik dunia akan sulit tercapai. Ketegasan pemerintah dalam mengatur distribusi gas agar tidak terjadi ketimpangan antara kebutuhan domestik dan kebutuhan industri manufaktur menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Industri keramik yang kuat akan mendukung program pemerintah, menciptakan lapangan kerja, dan yang terpenting, menjaga neraca perdagangan tetap positif dengan menekan angka impor. Kini, bola panas ada di tangan pembuat kebijakan untuk memastikan bahwa gas bukan lagi menjadi penghalang, melainkan menjadi motor penggerak bagi kemajuan industri manufaktur tanah air.

Kesimpulan

Keterbatasan pasokan dan ketidakpastian harga gas menjadi hambatan kritikal bagi pengusaha keramik yang ingin meningkatkan kapasitas produksi demi mendukung program MBG-KDMP. Masalah ini bukan sekadar masalah teknis energi, melainkan masalah strategis yang berkaitan dengan daya saing industri nasional di pasar global. Diperlukan sinergi kebijakan yang kuat dari pemerintah untuk menjamin kepastian alokasi, stabilitas harga, dan pengembangan infrastruktur energi guna memastikan target pertumbuhan industri manufaktur dapat tercapai tanpa harus bergantung pada produk impor.

```