DWJ Manajement - PORTAL

Video: Transaksi QRIS Hingga Rp 500 Ribu Gratis, Apa Kata Acquirer?

Oleh: DWJ-Manajement 24 Aug 2026
Video: Transaksi QRIS Hingga Rp 500 Ribu Gratis, Apa Kata Acquirer?

Mengapa Batas Rp 500 Ribu Menjadi Angka yang Krusial?

Penentuan angka Rp 500.000 bukan tanpa alasan. Secara data ekonomi, mayoritas transaksi harian di sektor ritel mikro dan UMKM di Indonesia berada di bawah angka tersebut. Mulai dari pembelian makan di warteg, belanja di minimarket, hingga membayar jasa transportasi umum, sebagian besar nilai transaksinya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 200.000.

Dengan menetapkan batas Rp 500.000, BI menyasar jantung aktivitas ekonomi harian masyarakat. Jika transaksi di atas Rp 500.000 masih dikenakan biaya, hal tersebut dianggap wajar karena biasanya transaksi dalam nominal tersebut sudah melibatkan nilai ekonomi yang lebih besar dan memiliki margin keuntungan yang lebih mapan bagi merchant.

Dilema Acquirer: Antara Margin Tipis dan Volume Transaksi

Meskipun kebijakan ini membawa angin segar bagi konsumen dan pedagang, para acquirer—yaitu institusi perbankan atau perusahaan fintech yang menyediakan infrastruktur QRIS kepada merchant—menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Acquirer adalah pihak yang memproses transaksi, mengelola sistem, dan melakukan penyelesaian (settlement) dana ke rekening pedagang.

Selama ini, pendapatan utama acquirer berasal dari biaya MDR yang dibayarkan oleh merchant. Ketika BI memutuskan untuk menggratiskan biaya tersebut pada nominal tertentu, secara langsung pendapatan (revenue stream) dari sektor mikro akan tergerus. Hal ini menimbulkan beberapa kekhawatiran di industri:

Biaya Operasional Tetap Tinggi: Meskipun transaksi tidak dipungut biaya, acquirer tetap harus menanggung biaya infrastruktur teknologi, keamanan siber, layanan pelanggan, hingga biaya konektivitas antarbank.

Tekanan pada Profitabilitas: Pengurangan pendapatan dari biaya transaksi memaksa para penyedia layanan untuk memutar otak agar tetap bisa mempertahankan profitabilitas perusahaan.

Risiko Investasi Teknologi: Pengembangan fitur QRIS yang semakin canggih (seperti QRIS antarnegara) membutuhkan investasi besar yang seharusnya bisa dikompensasi melalui pendapatan MDR.

Strategi Acquirer Menghadapi Perubahan Regulasi

Menanggapi kondisi ini, para pelaku industri pembayaran tidak tinggal diam. Alih-alih hanya melihat penurunan pendapatan, banyak acquirer yang justru melihat ini sebagai peluang untuk mengubah model bisnis mereka. Ada beberapa strategi yang mulai diterapkan: