Langkah ini diambil untuk menciptakan apa yang disebut sebagai "circular economy" dalam ekosistem RANS. Artinya, audiens yang menonton konten mereka akan diarahkan untuk mengonsumsi produk makanan mereka, menghadiri acara yang mereka selenggarakan, hingga akhirnya mengunjungi kawasan properti atau destinasi wisata yang mereka kembangkan.
Cipung Land: Ambisi Membangun Destinasi Lifestyle Terpadu
Salah satu proyek yang paling dinanti dan menjadi sorotan adalah pengembangan "Cipung Land". Meskipun nama ini sering muncul dalam konteks santai, secara bisnis, ini merujuk pada ambisi RANS untuk membangun kawasan berbasis gaya hidup (lifestyle hub). Konsep ini melibatkan integrasi antara ruang publik, area komersial, hingga destinasi wisata bertema.
Dalam pengembangan Cipung Land, RANS tampaknya ingin menciptakan sebuah ekosistem di mana konsumen dapat menghabiskan waktu seharian penuh. Bayangkan sebuah kawasan yang memiliki area kuliner kekinian, tempat nongkrong yang sangat "Instagrammable", hingga wahana atau area aktivitas yang sangat kental dengan branding keluarga Raffi dan Nagita. Hal ini bukan sekadar membangun gedung, melainkan membangun sebuah "destinasi".
Strategi ini sangat cerdas karena sektor properti dan pariwisata memiliki margin keuntungan yang besar dan nilai aset yang terus meningkat. Dengan basis massa (fanbase) yang sangat loyal, RANS memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki pengembang properti konvensional: yakni pasar yang sudah terbentuk sejak hari pertama proyek diluncurkan.
Industri Musik dan Konser Berkelanjutan sebagai Mesin Profit Baru
Selain properti, RANS juga secara serius mulai menggurita di industri hiburan langsung (live entertainment). Fokus mereka adalah pada penyelenggaraan konser musik yang berkelanjutan. Mengapa konser musik? Karena industri ini memiliki daya ungkit (leverage) yang luar biasa tinggi dalam hal branding dan pendapatan instan melalui penjualan tiket, sponsor, hingga merchandise.
RANS melihat adanya celah besar dalam manajemen event di Indonesia. Dengan modal yang kuat dan kemampuan manajemen media yang mumpuni, mereka mampu mengemas konser bukan hanya sebagai acara musik, melainkan sebagai sebuah fenomena budaya. Berikut adalah beberapa elemen yang membuat strategi konser RANS sangat potensial:
Integrasi Promosi: Setiap acara yang diadakan akan mendapatkan eksposur masif melalui kanal digital RANS yang memiliki jutaan pengikut. Ini memangkas biaya pemasaran secara signifikan.
Manajemen Artis Terpadu: Dengan memiliki manajemen talenta sendiri, RANS dapat dengan mudah melakukan kolaborasi antar artis dalam satu panggung, menciptakan lineup yang unik dan eksklusif.
Skalabilitas: Konsep konser dapat direplikasi mulai dari skala festival lokal hingga konser megah dengan artis internasional.