DWJ Manajement - PORTAL

Wamen Angga Raka: Pembangunan Digital Harus Memberdayakan Rakyat

Oleh: DWJ-Manajement • 27 Sep 2026
Wamen Angga Raka: Pembangunan Digital Harus Memberdayakan Rakyat

Bukan Sekadar Konektivitas, Wamen Angga Raka Prabowo Tegaskan Pembangunan Digital Harus Berujung pada Pemberdayaan Rakyat

JAKARTA – Transformasi digital di Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih fundamental. Jika selama ini fokus utama pemerintah seringkali tertuju pada pembangunan infrastruktur fisik seperti menara BTS dan penyebaran jaringan serat optik, kini arah kebijakan mulai bergeser pada aspek yang jauh lebih krusial: kualitas manusia dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan digital di tanah air tidak boleh hanya diukur dari seberapa luas jangkauan sinyal atau seberapa cepat kecepatan internet yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, indikator utama kesuksesan digitalisasi adalah sejauh mana teknologi tersebut mampu memberdayakan rakyat dalam meningkatkan taraf hidup mereka.

Fokus pada Manusia, Bukan Hanya Infrastruktur

Dalam berbagai kesempatan, Angga Raka menekankan bahwa ketersediaan konektivitas hanyalah sebuah "pintu masuk" atau prasyarat dasar. Namun, memiliki pintu yang terbuka tidak akan berarti apa-apa jika masyarakat yang ada di balik pintu tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memanfaatkan peluang yang ada di ruang digital.

Ia menyoroti adanya fenomena di mana penetrasi internet di Indonesia tumbuh sangat pesat, namun penggunaan internet masyarakat masih didominasi oleh aktivitas konsumtif. Banyak pengguna internet yang hanya menggunakan perangkat mereka untuk hiburan, media sosial, atau konsumsi konten tanpa mampu menciptakan nilai tambah secara ekonomi maupun sosial.

"Pembangunan digital kita harus bergeser dari sekadar membangun 'pipa-pipa' konektivitas menjadi membangun kapasitas manusia. Kita ingin rakyat kita bukan hanya menjadi konsumen produk digital global, tetapi juga menjadi produsen, pemain, dan pemenang di ekosistem digital itu sendiri," ujar Angga Raka dalam sebuah diskusi kebijakan digital baru-baru ini.

Menurutnya, jika pemerintah hanya fokus pada infrastruktur, Indonesia berisiko terjebak dalam kondisi di mana teknologi tersedia namun tidak memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan atau peningkatan produktivitas nasional. Pemberdayaan inilah yang akan menjadi pembeda antara kemajuan semu dan kemajuan yang berkelanjutan.

Menembus Batas Konektivitas: Tantangan Literasi Digital

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini adalah kesenjangan literasi digital. Meskipun akses internet sudah merambah ke pelosok desa, kemampuan untuk memilah informasi, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan perangkat digital untuk kegiatan produktif masih sangat rendah.

Angga Raka menjelaskan bahwa ada tiga pilar utama yang harus diperkuat agar pembangunan digital dapat benar-benar memberdayakan rakyat:

Literasi Digital Dasar: Kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan perangkat dan memahami etika berkomunikasi di dunia maya untuk menghindari hoaks dan penipuan digital.