Modernisasi Infrastruktur: Mengalihkan sistem pengelolaan dari metode terbuka (open dumping) ke teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti waste-to-energy.
Penguatan Regulasi: Memperketat aturan mengenai penggunaan plastik sekali pakai dan pengelolaan limbah industri.
Optimalisasi Pemilahan dari Sumber: Mendorong budaya masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga.
Sinergi Pusat dan Daerah: Memastikan anggaran dan kebijakan dari pemerintah pusat dapat dieksekusi dengan efektif oleh pemerintah daerah.
Zulhas mengakui bahwa target dua tahun bukanlah hal yang mudah, namun dengan komitmen penuh dari seluruh pemangku kepentingan, hal tersebut sangat mungkin untuk dicapai. Fokus utama dalam masa transisi ini adalah menciptakan sistem manajemen sampah yang lebih terukur dan berbasis teknologi.
Dampak Ekonomi: Menuju Ekonomi Sirkular
Selain aspek lingkungan, Presiden Prabowo juga melihat potensi ekonomi yang sangat besar di balik manajemen sampah yang baik. Salah satu konsep yang ingin diusung oleh pemerintahan saat ini adalah implementasi ekonomi sirkular secara masif.
Dalam ekonomi sirkular, sampah tidak lagi dipandang sebagai residu yang tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Melalui pengelolaan yang tepat, sampah plastik, kertas, hingga sampah organik dapat diolah kembali menjadi produk baru atau energi terbarukan.
Peluang Investasi dan Lapangan Kerja
Pemerintah meyakini bahwa dengan diperbaiknya sistem pengelolaan sampah, akan muncul industri-industri baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. Industri daur ulang, teknologi pengolahan limbah, hingga sektor logistik pengelolaan sampah akan menjadi primadona baru dalam ekonomi hijau Indonesia.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengubah beban (sampah) menjadi aset (bahan baku industri), Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku tertentu dan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Integrasi Teknologi dalam Pengelolaan Sampah
Untuk mencapai target dua tahun tersebut, Zulhas menekankan pentingnya penggunaan teknologi mutakhir. Penggunaan sensor digital untuk memantau volume sampah, sistem logistik berbasis aplikasi, hingga pembangunan pabrik pengolahan sampah berbasis termal menjadi bagian dari rencana strategis yang tengah disusun.
Pemerintah juga akan mendorong kolaborasi dengan sektor swasta melalui skema kerja sama yang menguntungkan. Keterlibatan perusahaan teknologi dan startup di bidang lingkungan hidup diharapkan dapat mempercepat digitalisasi manajemen sampah di seluruh pelosok negeri.