DWJ Manajement - PORTAL

336 Pasar Rakyat Antre Direvitalisasi, tapi Anggaran Nggak Cukup

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
336 Pasar Rakyat Antre Direvitalisasi, tapi Anggaran Nggak Cukup

Keamanan dan Keselamatan: Bangunan pasar yang sudah tua seringkali memiliki risiko struktural yang membahayakan pedagang dan pengunjung.

Daya Saing terhadap Ritel Modern: Tanpa wajah yang bersih dan tertata, pasar tradisional akan terus kehilangan konsumen yang beralih ke supermarket atau minimarket modern.

Digitalisasi Ekonomi: Revitalisasi fisik biasanya dibarengi dengan penguatan infrastruktur digital agar pedagang pasar dapat mulai merambah ekosistem pembayaran nontunai (QRIS) dan perdagangan online.

Tantangan Anggaran dan Dilema Skala Prioritas

Keterbatasan anggaran menjadi "tembok besar" dalam merealisasikan impian 336 pasar tersebut. Mendag Budi Santoso menyiratkan bahwa pemerintah harus sangat selektif dalam menentukan pasar mana yang akan didahulukan. Skala prioritas ini biasanya didasarkan pada dampak ekonomi yang dihasilkan serta tingkat kerentanan kondisi fisik pasar tersebut.

Selain keterbatasan APBN, ketergantungan pada peran Pemerintah Daerah (Pemda) juga menjadi faktor kunci. Selama ini, pembangunan dan pemeliharaan pasar juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, tidak semua daerah memiliki kapasitas fiskal yang cukup untuk melakukan pembangunan infrastruktur pasar secara mandiri.

Hal ini menciptakan kesenjangan kualitas antar pasar di satu provinsi dengan provinsi lainnya. Pasar di daerah yang memiliki PAD (Pendapatan Asli Daerah) tinggi mungkin bisa berbenah dengan cepat, namun pasar di daerah tertinggal harus terus menunggu giliran dari pemerintah pusat.

Dampak Sosial Ekonomi bagi Pedagang Kecil

Bagi para pedagang, menunggu antrean revitalisasi adalah sebuah ketidakpastian. Kondisi pasar yang buruk secara langsung memengaruhi omzet penjualan mereka. Pasar yang becek, pengap, dan tidak tertata membuat pelanggan enggan berkunjung dalam waktu lama.

Ketidakpastian ini juga berdampak pada psikologi pelaku UMKM di pasar tradisional. Banyak pedagang yang merasa tidak memiliki masa depan yang cerah jika infrastruktur tempat mereka mencari nafkah tidak kunjung diperbaiki. Oleh karena itu, percepatan revitalisasi bukan hanya soal infrastruktur, melainkan soal menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga jutaan orang yang menggantungkan hidup dari pasar rakyat.