DWJ Manajement - PORTAL

Angkasa Pura Buka Suara soal Pesawat Menhut Gagal Mendarat Gegara Asap

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
Angkasa Pura Buka Suara soal Pesawat Menhut Gagal Mendarat Gegara Asap

Pembatasan Slot Penerbangan: Akibat visibilitas rendah, frekuensi pendaratan harus dikurangi untuk memastikan setiap pesawat yang mendarat dalam kondisi benar-benar aman.

Keterlambatan Jadwal (Delay): Keputusan untuk melakukan go-around atau pengalihan landasan secara otomatis akan berdampak pada jadwal penerbangan secara keseluruhan.

Peningkatan Beban Kerja ATC: Petugas pengatur lalu lintas udara harus bekerja ekstra keras untuk memantau pergerakan pesawat di tengah kondisi pandangan yang terbatas.

Angkasa Pura berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pemantauan cuaca dan visibilitas di seluruh bandara yang mereka kelola guna meminimalisir risiko serupa di masa mendatang. Penggunaan teknologi radar dan sensor visibilitas terbaru terus dikembangkan untuk memberikan data yang akurat bagi para pilot.

Kesimpulan

Insiden gagalnya pendaratan pesawat Menhut akibat gangguan asap merupakan contoh nyata betapa ketatnya protokol keselamatan dalam industri penerbangan. Pernyataan Angkasa Pura menegaskan bahwa dalam menghadapi situasi yang mengancam keselamatan, prosedur keamanan adalah prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan. Keputusan untuk membatalkan pendaratan demi menghindari risiko akibat visibilitas rendah merupakan langkah profesional yang sesuai dengan standar internasional penerbangan, guna menjamin keamanan seluruh awak dan penumpang.

```