DWJ Manajement - PORTAL

Asing Net Sell Rp377 Miliar di Sesi I, Saham BBRI-ANTM Malah Diborong

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Asing Net Sell Rp377 Miliar di Sesi I, Saham BBRI-ANTM Malah Diborong

Hal yang menarik perhatian para pelaku pasar adalah adanya ketidakselarasan antara pergerakan indeks dengan aktivitas investor asing. Saat IHSG mampu bertahan di zona hijau, investor asing justru melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp377,63 miliar pada sesi I.

Kondisi ini sering disebut sebagai "anomali pasar," di mana kekuatan beli yang datang dari investor domestik atau institusi lokal mampu mengompensasi tekanan jual dari investor asing. Hal ini menunjukkan bahwa likuiditas di pasar modal Indonesia masih sangat terjaga berkat partisipasi aktif dari investor lokal.

Beberapa kemungkinan penyebab aksi net sell ini meliputi:

Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Investor asing kemungkinan melakukan realisasi keuntungan atas posisi yang telah mereka ambil pada periode sebelumnya.

Ketidakpastian Makroekonomi: Adanya kewaspadaan terhadap kebijakan suku bunga global atau stabilitas nilai tukar Rupiah yang memicu sikap wait and see.

Rebalancing Portofolio: Penyesuaian bobot investasi pada pasar berkembang (emerging markets) guna mengantisipasi volatilitas di masa mendatang.

Saham BBRI dan ANTM Malah Diborong di Tengah Tekanan

Di tengah aksi jual asing secara agregat, terdapat pemandangan menarik pada beberapa saham blue chip. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) justru menjadi incaran dan mengalami aksi beli yang cukup masif.

Lonjakan Saham BBRI: Magnet Investor Lokal

Sebagai salah satu saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di IHSG, BBRI tetap menjadi primadona bagi investor domestik. Meskipun sektor perbankan seringkali menjadi sasaran utama net sell asing, BBRI menunjukkan daya tahan yang luar biasa. Lonjakan pembelian pada saham ini menunjukkan kepercayaan investor bahwa fundamental BBRI tetap solid, terutama dengan fokus mereka pada penyaluran kredit mikro yang terus bertumbuh.

Antusiasme pada Saham ANTM: Sektor Tambang yang Rebound