DWJ Manajement - PORTAL

Asing Net Sell Rp377 Miliar di Sesi I, Saham BBRI-ANTM Malah Diborong

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Asing Net Sell Rp377 Miliar di Sesi I, Saham BBRI-ANTM Malah Diborong

Sementara itu, saham ANTM bergerak searah dengan penguatan sektor barang baku. Sebagai emiten tambang yang memiliki diversifikasi produk mulai dari nikel hingga emas, ANTM mendapatkan sentimen positif dari pergerakan harga komoditas. Aksi borong pada saham ANTM mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek industri pertambangan di tengah transisi energi hijau yang membutuhkan pasokan nikel dalam jumlah besar.

Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar

Melihat kondisi pasar yang sedang mengalami divergensi antara indeks dan aliran dana asing, para pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati. Volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi hingga penutupan perdagangan sesi II nanti.

Berikut adalah beberapa panduan bagi investor dalam menghadapi situasi ini:

Pantau Pergerakan Komoditas: Mengingat sektor barang baku menjadi penopang IHSG, perhatikan pergerakan harga nikel, emas, dan batubara secara real-time.

Perhatikan Level Support dan Resistance: Jangan terburu-buru masuk ke saham yang sedang mengalami kenaikan tajam tanpa memperhatikan level teknikalnya.

Diversifikasi Portofolio: Hindari menempatkan seluruh modal pada satu sektor saja, terutama saat arus modal asing masih belum stabil.

Fokus pada Fundamental: Di tengah aksi profit taking asing, saham-saham dengan fundamental kuat seperti BBRI cenderung lebih aman untuk investasi jangka menengah dan panjang.

Para analis memperkirakan bahwa jika tekanan jual asing terus berlanjut, IHSG mungkin akan mengalami konsolidasi atau bergerak menyamping (sideways) sebelum mampu menembus level psikologis berikutnya. Namun, jika aksi beli dari investor domestik tetap kuat, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatannya.

Kesimpulan

Perdagangan sesi I menunjukkan dinamika yang unik, di mana IHSG berhasil menguat 0,56% berkat sokongan sektor barang baku, meskipun harus menghadapi tekanan dari aksi jual bersih asing sebesar Rp377,63 miliar. Kontradiksi ini dipertegas dengan aksi beli pada saham-saham unggulan seperti BBRI dan ANTM yang menunjukkan bahwa minat pasar domestik masih sangat tinggi. Investor diharapkan tetap waspada terhadap pergerakan nilai tukar dan harga komoditas global yang dapat mempengaruhi arah pergerakan IHSG di sesi selanjutnya.