DWJ Manajement - PORTAL

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Oleh: DWJ-Manajement 28 Jul 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Pertama, BBCA memiliki tingkat kepercayaan investor yang sangat tinggi berkat manajemen yang sangat konservatif dan prudent. Dalam situasi ketidakpastian tinggi, investor cenderung mencari "safe haven" di dalam bursa lokal, dan BBCA adalah representasi terbaik dari stabilitas tersebut.

Kedua, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang sangat rendah menjadikan BBCA memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap guncangan ekonomi. Ketiga, likuiditas saham BBCA yang sangat besar memudahkan investor asing untuk masuk dan keluar dalam jumlah besar tanpa menyebabkan pergeseran harga yang terlalu ekstrem secara instan.

Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar bagi Investor Ritel

Bagi Anda investor ritel, menghadapi situasi di mana IHSG sedang merah dan terjadi pengunduran diri pejabat penting memerlukan ketenangan. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipertimbangkan:

Jangan Panik (Panic Selling): Perhatikan apakah penurunan terjadi karena fundamental perusahaan yang memburuk atau sekadar sentimen makro. Jika fundamental tetap baik, jangan terburu-buru menjual di harga bawah.

Amati Arus Kas Asing: Meskipun terjadi net sell secara total, perhatikan saham mana yang justru mengalami net buy. Saham-saham yang diborong asing di saat pasar merah biasanya memiliki peluang rebound yang kuat.

Diversifikasi Portofolio: Jangan menempatkan seluruh modal pada satu sektor saja. Memiliki campuran saham perbankan, konsumer, dan telekomunikasi dapat membantu meminimalisir risiko.

Gunakan Strategi Averaging: Jika Anda memiliki dana menganggur, melakukan pembelian secara bertahap (averaging down) pada saham blue chip yang sedang terkoreksi bisa menjadi strategi yang efektif.

Kesimpulan

Penurunan IHSG sebesar 0,17% yang dipicu oleh pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo memang menciptakan tekanan jual besar-besaran dari investor asing dengan nilai mencapai Rp820,67 miliar. Namun, fenomena ini juga mengungkap adanya strategi akumulasi tersembunyi. Sebagian investor asing justru memanfaatkan momentum ini untuk "mencuri start" dengan membeli saham-saham blue chip unggulan, terutama BBCA, yang dianggap memiliki fundamental paling kokoh.

Pasar saat ini sedang berada dalam fase transisi dan menunggu kepastian kepemimpinan baru di Bank Indonesia. Bagi investor, fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan perhatikan pergerakan akumulasi asing dapat menjadi kunci untuk tetap bertahan dan meraih keuntungan saat pasar kembali menghijau.