```html
Kontras! Harga Ayam di Pasar Tembus Rp 40 Ribu, Padahal di Kandang Cuma Rp 25 Ribu per Kg
Selisih harga yang mencolok antara tingkat peternak dan harga jual di pasar tradisional memicu pertanyaan besar mengenai transparansi rantai distribusi pangan nasional.
Kabar mengenai melonjaknya harga komoditas pangan kembali menghantam kantong masyarakat. Kali ini, daging ayam menjadi sorotan utama setelah ditemukan adanya disparitas atau kesenjangan harga yang sangat tajam antara harga di tingkat peternak dengan harga yang dibayarkan konsumen akhir di pasar-pasar tradisional.
Di saat ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner mengeluhkan tingginya harga protein hewani tersebut, fakta di lapangan menunjukkan bahwa para peternak justru tidak menikmati keuntungan yang setara. Hal ini memicu spekulasi mengenai adanya permainan harga di tengah rantai distribusi yang panjang.
Fakta Harga Ayam: Selisih Rp 15 Ribu Per Kilogram
Berdasarkan pantauan di berbagai pasar tradisional dan data dari pelaku industri, harga daging ayam di tingkat konsumen saat ini telah menyentuh angka Rp 40.000 per kilogram. Angka ini dianggap cukup memberatkan bagi masyarakat menengah ke bawah, mengingat ayam merupakan sumber protein utama yang paling terjangkau bagi banyak keluarga di Indonesia.
Namun, kondisi yang sangat kontras terjadi di tingkat hulu atau di lokasi budidaya. Ketua Umum Permindo, Kusnan, mengungkapkan bahwa harga ayam hidup atau yang sering disebut dengan istilah live bird (LB) di tingkat peternak saat ini justru masih berada di kisaran Rp 25.000 per kilogram.
Artinya, terdapat selisih harga sebesar Rp 15.000 per kilogram antara harga di kandang dengan harga di meja konsumen. Selisih yang mencapai hampir 60 persen dari harga dasar ini menjadi tanda tanya besar bagi para pengamat ekonomi dan kebijakan pangan.
Kusnan menjelaskan bahwa meskipun harga di pasar melonjak tinggi, kesejahteraan peternak tidak secara otomatis ikut naik. Sebaliknya, para peternak seringkali berada dalam posisi yang rentan terhadap fluktuasi harga yang tidak menentu, sementara biaya produksi terus merangkak naik.
Mengapa Terjadi Kesenjangan Harga yang Drastis?
Munculnya perbedaan harga yang sangat signifikan antara tingkat produsen dan konsumen bukanlah fenomena baru, namun besaran selisih kali ini dinilai cukup mengkhawatirkan. Ada beberapa faktor kompleks yang diduga menjadi penyebab utama mengapa harga di pasar bisa melesat jauh melampaui harga di kandang.
1. Rantai Distribusi yang Terlalu Panjang
Salah satu faktor utama adalah struktur distribusi yang berlapis-lapis. Sebelum sampai ke tangan konsumen, ayam harus melewati berbagai tangan, mulai dari: