DWJ Manajement - PORTAL

Bank Makin Getol Tebar Special Rate, Bos OJK Wanti-Wanti Risiko Ini

Oleh: DWJ-Manajement 21 Sep 2026
Bank Makin Getol Tebar Special Rate, Bos OJK Wanti-Wanti Risiko Ini

Perang Bunga Deposito Kembali Memanas: Bank Agresif Tebar Special Rate, OJK Ingatkan Risiko Likuiditas

JAKARTA – Lanskap perbankan nasional tengah memasuki fase yang cukup dinamis. Seiring dengan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga tinggi, sejumlah bank mulai menunjukkan agresivitasnya dalam mengejar dana pihak ketiga (DPK). Strategi yang digunakan tidak main-main: menebar "special rate" atau penawaran suku bunga deposito di atas rata-rata pasar untuk menarik minat nasabah.

Fenomena ini memicu perdebatan di kalangan pelaku pasar. Di satu sisi, nasabah penyimpan dana diuntungkan dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Namun di sisi lain, langkah agresif perbankan ini memicu kekhawatiran dari regulator mengenai stabilitas likuiditas dan potensi tekanan pada margin keuntungan bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mulai mengeluarkan peringatan agar industri perbankan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudensial).

Pemicu Utama: Efek Domino BI Rate terhadap Suku Bunga Perbankan

Langkah perbankan yang mulai "berperang" suku bunga ini bukanlah tanpa alasan. Faktor utamanya adalah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate yang berada pada level yang cukup tinggi. Ketika BI menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi, efek dominonya langsung terasa pada biaya dana (cost of fund) perbankan.

Bank-bank perlu menyesuaikan suku bunga simpanan mereka agar tetap kompetitif. Jika sebuah bank tidak menawarkan bunga yang menarik, nasabah cenderung akan memindahkan dana mereka ke bank lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Kondisi inilah yang memaksa bank, terutama bank menengah dan kecil, untuk mengeluarkan program special rate guna mengamankan likuiditas mereka.

Terdapat beberapa alasan mengapa bank kini sangat membutuhkan dana segar melalui deposito:

Pemenuhan Rasio Likuiditas: Memastikan bank memiliki cukup dana untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan menjaga rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) yang sehat.

Penopang Penyaluran Kredit: Untuk menyalurkan kredit yang terus tumbuh, bank membutuhkan ketersediaan dana yang memadai.

Persaingan Antar Bank: Perebutan pangsa pasar dana murah (CASA) dan dana mahal (deposito) yang semakin kompetitif.