Diversifikasi Pendanaan: Memperluas basis investor, termasuk investor institusi internasional yang mencari instrumen dengan imbal hasil menarik dalam denominasi USD.
Fleksibilitas Jangka Panjang: Tanpa adanya kewajiban pelunasan pokok pada tanggal tertentu, bank dapat mengelola arus kas dengan lebih efisien.
Mendukung Rencana Ekspansi Usaha dan Transformasi Digital
Salah satu tujuan utama dari perolehan dana segar sebesar US$ 750 juta ini adalah untuk mendukung agenda ekspansi bisnis Bank Mandiri. Sebagai salah satu pemain utama dalam sektor perbankan di Indonesia, Mandiri terus dituntut untuk memperluas penetrasi pasar, baik di sektor korporasi, komersial, hingga segmen ritel dan UMKM.
Dana tersebut diproyeksikan akan dialokasikan untuk mendukung penyaluran kredit yang lebih masif. Fokus penyaluran kredit diharapkan tetap pada sektor-sektor strategis yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi, seperti infrastruktur, energi terbarukan, manufaktur, serta sektor konsumsi yang menjadi penggerak ekonomi nasional.
Akselerasi Digitalisasi Perbankan
Selain ekspansi kredit, Bank Mandiri juga tengah berada dalam fase transformasi digital yang sangat intensif. Melalui aplikasi seperti Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri, bank ingin menciptakan ekosistem digital yang komprehensif bagi nasabah ritel maupun korporasi. Penguatan modal melalui perpetual bond ini akan memberikan napas panjang bagi investasi teknologi informasi (IT) perusahaan.
Investasi di bidang teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memenangkan persaingan di era perbankan digital. Dana dari penerbitan ini dapat digunakan untuk:
Pengembangan infrastruktur cloud computing dan keamanan siber (cybersecurity).
Peningkatan fitur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk analisis kredit dan layanan nasabah.