DWJ Manajement - PORTAL

Bank Permata Kehilangan Dana Murah, Cost of Fund Berpotensi Naik

Oleh: DWJ-Manajement 31 Jul 2026
Bank Permata Kehilangan Dana Murah, Cost of Fund Berpotensi Naik

Manajemen Likuiditas Nasabah Korporasi: Adanya penarikan dana dalam skala besar oleh nasabah korporat untuk keperluan ekspansi atau manajemen arus kas internal.

Ketergantungan pada Deposito Berbiaya Tinggi

Sebagai konsekuensi dari menurunnya dana murah, Bank Permata harus mencari sumber likuiditas alternatif untuk menjaga rasio kecukupan dana guna mendukung penyaluran kredit. Pilihan utama yang diambil adalah melalui peningkatan porsi deposito berjangka.

Masalahnya, deposito adalah instrumen pendanaan yang "mahal". Untuk menarik nasabah agar bersedia mengunci dananya dalam jangka waktu tertentu, bank harus menawarkan suku bunga yang relatif tinggi. Peningkatan volume deposito ini secara otomatis akan mendongkrak beban bunga yang harus dibayarkan oleh bank setiap bulannya.

Kenaikan beban bunga inilah yang kemudian memicu kekhawatiran akan melonjaknya Cost of Fund (CoF). CoF adalah indikator penting yang menunjukkan seberapa besar biaya yang dikeluarkan bank untuk menghimpun dana. Semakin tinggi CoF, semakin besar tekanan yang dirasakan bank dalam menjaga margin keuntungan.

Dampak Terhadap Net Interest Margin (NIM) dan Profitabilitas

Korelasi antara kenaikan Cost of Fund dan Net Interest Margin (NIM) sangatlah erat. NIM adalah selisih antara pendapatan bunga yang diperoleh bank dari penyaluran kredit dengan beban bunga yang dibayarkan kepada penyimpan dana.

Ketika BNLI harus membayar bunga deposito yang lebih tinggi, maka biaya operasional di sisi bunga akan naik. Jika bank tidak mampu menaikkan suku bunga kreditnya (karena mempertimbangkan kemampuan bayar debitur dan kondisi ekonomi makro), maka selisih atau margin tersebut akan mengecil. Kompresi margin inilah yang menjadi ancaman nyata bagi laba bersih perusahaan.

Analis menilai, BNLI harus berada dalam posisi yang sangat presisi: menyeimbangkan antara kebutuhan likuiditas yang tinggi dengan upaya menjaga biaya dana tetap terkendali. Jika bank terlalu agresif mengejar pertumbuhan kredit tanpa didukung dana murah yang kuat, maka risiko penurunan kualitas aset dan penurunan laba akan meningkat secara simultan.

Tantangan Strategis di Tengah Kompetisi Perbankan