Tekstur Kertas yang Berbeda: Uang asli menggunakan kertas khusus berbahan serat kapas yang memberikan sensasi kasar saat diraba, sedangkan uang palsu cenderung menggunakan kertas biasa yang terasa lebih licin atau terlalu kaku.
Warna yang Tidak Tajam: Hasil cetakan uang palsu sering kali terlihat pudar, tidak presisi, atau bahkan terlalu mencolok secara tidak alami dibandingkan dengan warna uang asli yang memiliki gradasi halus.
Fitur Keamanan yang Tidak Lengkap: Banyak uang palsu jenis ini tidak memiliki benang pengaman yang tertanam di dalam kertas atau tanda air (watermark) yang terlihat jelas saat diterawang.
Efek Optik yang Lemah: Fitur color shifting ink (tinta berubah warna) pada nominal tertentu biasanya tidak berfungsi atau hanya berupa cetakan statis pada uang palsu berkualitas rendah.
Edukasi Metode 3D: Cara Ampuh Menghindari Uang Palsu
Untuk meminimalisir risiko kerugian, Bank Indonesia kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan metode "3D" dalam setiap transaksi tunai. Metode ini dianggap paling efektif dan praktis untuk dilakukan oleh siapa saja, baik pedagang maupun pembeli.
1. Dilihat
Langkah pertama adalah dengan melihat uang secara saksama. Perhatikan keaslian warna, gambar, dan seluruh detail desain pada uang tersebut. Uang asli memiliki cetakan yang sangat tajam dan detail, tidak akan terlihat kabur atau pecah.
2. Diraba
Langkah kedua adalah meraba bagian-bagian tertentu pada uang. Uang rupiah asli memiliki teknik cetak tinggi (intaglio) yang membuat bagian-bagian tertentu seperti angka nominal, gambar utama, dan tulisan terasa kasar saat disentuh dengan ujung jari.