DWJ Manajement - PORTAL

Bos OJK Ungkap Pertumbuhan Kredit Bank Lampaui DPK

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Bos OJK Ungkap Pertumbuhan Kredit Bank Lampaui DPK

Dampak Tekanan Likuiditas Terhadap Perbankan

Ketika likuiditas perbankan mengalami pengetatan, terdapat sejumlah risiko yang harus dimitigasi oleh manajemen bank. Tekanan likuiditas tidak hanya berdampak pada operasional harian, tetapi juga pada kebijakan strategis bank dalam jangka panjang.

Pertama, bank akan menghadapi kenaikan biaya dana atau Cost of Fund (CoF). Untuk menarik kembali dana masyarakat agar DPK tetap terjaga, bank cenderung harus menaikkan suku bunga deposito. Kenaikan suku bunga ini, jika tidak dikelola dengan hati-hati, dapat menekan Net Interest Margin (NIM) perbankan jika mereka tidak mampu meneruskan kenaikan bunga tersebut ke suku bunga kredit.

Kedua, rasio LDR akan meningkat. Peningkatan LDR yang terlalu tinggi menandakan bahwa bank terlalu banyak menyalurkan kredit dibandingkan dengan ketersediaan dana simpanan. Meskipun ini menunjukkan produktivitas kredit yang tinggi, namun dari sisi manajemen risiko, hal ini mempersempit ruang gerak bank dalam menghadapi kebutuhan dana mendadak atau penarikan dana besar-besaran oleh nasabah.

Respons dan Pengawasan OJK

Menanggapi situasi ini, OJK menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap kondisi likuiditas perbankan. Regulator memastikan bahwa meskipun terjadi tekanan, stabilitas sistem keuangan tetap menjadi prioritas utama. OJK melakukan pengawasan makroprudensial untuk memastikan bahwa ketidakseimbangan antara kredit dan DPK tidak berkembang menjadi risiko sistemik.

Langkah-langkah yang tengah dan akan diambil oleh regulator meliputi:

Pemantauan Rasio Likuiditas: Melakukan evaluasi berkala terhadap rasio LDR dan instrumen likuiditas lainnya pada setiap bank.

Kebijakan Makroprudensial: Menyiapkan instrumen kebijakan yang dapat mendorong perbankan untuk tetap menjaga cadangan likuiditas yang memadai.

Edukasi dan Koordinasi: Berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menyelaraskan kebijakan moneter dan makroprudensial guna menjaga keseimbangan pasar uang.