DWJ Manajement - PORTAL

BRIN: Super El Nino Berpotensi Picu Kemarau Lebih Panjang

Oleh: DWJ-Manajement • 02 Oct 2026
BRIN: Super El Nino Berpotensi Picu Kemarau Lebih Panjang

Waspada! BRIN Prediksi Super El Nino 2026-2027 Bakal Picu Kemarau Panjang dan Panas Ekstrem di Indonesia

Jakarta – Ancaman perubahan iklim ekstrem kembali membayangi Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi munculnya fenomena Super El Nino yang diprediksi akan terjadi pada periode 2026 hingga 2027. Fenomena ini diperkirakan tidak hanya akan memperpanjang masa kemarau, tetapi juga membawa risiko panas ekstrem yang dapat berdampak luas pada berbagai sektor kehidupan.

Ancaman Kemarau Panjang dan Lonjakan Suhu Udara

Peneliti dari BRIN, Erma Yulihastin, mengungkapkan bahwa jika fenomena Super El Nino ini benar-benar terjadi dengan intensitas tinggi, Indonesia akan menghadapi tantangan iklim yang sangat berat. Berbeda dengan El Nino biasa, Super El Nino ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang jauh lebih signifikan, yang secara langsung memengaruhi pola curah hujan di wilayah Indonesia.

Dampak utama yang paling dirasakan adalah berkurangnya curah hujan secara drastis dalam durasi yang lebih lama dari biasanya. Hal ini akan memicu musim kemarau yang sangat kering, yang berpotensi menyebabkan kekeringan ekstrem di sebagian besar wilayah nusantara. Selain kekurangan air, peningkatan suhu udara atau gelombang panas (heatwave) juga diprediksi akan menjadi pendamping setia fenomena ini, menciptakan kondisi lingkungan yang tidak nyaman bahkan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Apa Itu Super El Nino?

Untuk memahami skala ancaman ini, penting untuk mengetahui apa yang membedakan El Nino biasa dengan Super El Nino. Secara ilmiah, El Nino adalah bagian dari siklus ENSO (El Niño-Southern Oscillation) yang ditandai dengan pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Namun, ketika intensitas pemanasannya mencapai level ekstrem, fenomena ini disebut sebagai Super El Nino.

Dalam kondisi Super El Nino, gangguan sirkulasi atmosfer menjadi jauh lebih kuat. Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, hal ini berarti massa udara lembap yang biasanya membawa hujan akan berkurang drastis, digantikan oleh massa udara kering yang memicu penguapan tinggi. Akibatnya, tanah kehilangan kelembapan dengan cepat, dan cadangan air di waduk maupun sungai mulai menyusut.

Dampak Multi-Sektor: Dari Pertanian hingga Ketahanan Energi

Prediksi dari peneliti BRIN ini membawa implikasi yang sangat luas. Dampak dari kemarau panjang dan panas ekstrem ini tidak akan berhenti pada masalah cuaca semata, melainkan akan merambat ke berbagai lini ekonomi dan sosial masyarakat.

1. Ancaman Krisis Pangan dan Sektor Pertanian

Sektor pertanian adalah yang paling rentan terhadap fluktuasi iklim. Kemarau panjang yang disebabkan oleh Super El Nino dapat mengakibatkan kegagalan panen massal atau yang sering disebut dengan istilah "puso". Beberapa risiko spesifik meliputi: