DWJ Manajement - PORTAL

BRIN: Super El Nino Berpotensi Picu Kemarau Lebih Panjang

Oleh: DWJ-Manajement • 02 Oct 2026
BRIN: Super El Nino Berpotensi Picu Kemarau Lebih Panjang

Penurunan Produksi Padi: Ketersediaan air yang minim untuk irigasi akan sangat memukul produksi beras nasional.

Gangguan Masa Tanam: Petani akan kesulitan menentukan masa tanam karena ketidakpastian cuaca, yang berujung pada penurunan produktivitas lahan.

Kenaikan Harga Pangan: Kelangkaan pasokan pangan di pasar akan memicu inflasi, yang pada akhirnya akan membebani daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi rendah.

2. Krisis Air Bersih dan Sanitasi

Selain pertanian, kebutuhan domestik akan air bersih juga akan terancam. Penurunan debit air di sungai, waduk, dan mata air dapat menyebabkan krisis air bersih di berbagai daerah. Hal ini tidak hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari seperti memasak dan mandi, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan sanitasi buruk, seperti diare dan penyakit kulit.

3. Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Kondisi cuaca yang kering dan panas ekstrem adalah kombinasi sempurna bagi munculnya kebakaran hutan dan lahan. Lahan gambut yang mengering menjadi sangat mudah terbakar. Jika tidak dimitigasi dengan ketat, fenomena ini dapat memicu kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang merugikan kesehatan masyarakat secara luas dan mengganggu sektor transportasi udara serta pariwisata.

4. Dampak pada Sektor Energi

Indonesia masih sangat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai salah satu sumber energi terbarukan utama. Penurunan debit air di bendungan dan sungai akibat kemarau panjang dapat mengganggu stabilitas pasokan listrik nasional, yang menuntut pemerintah untuk menyiapkan cadangan energi dari sumber lain seperti fosil atau energi alternatif lainnya.

Risiko Kesehatan Akibat Panas Ekstrem

Selain masalah lingkungan dan ekonomi, aspek kesehatan manusia juga menjadi perhatian utama dalam peringatan BRIN ini. Paparan panas ekstrem dalam jangka waktu lama dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius. Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan pekerja luar ruangan, akan menghadapi risiko: