DWJ Manajement - PORTAL

BRIN: Super El Nino Berpotensi Picu Kemarau Lebih Panjang

Oleh: DWJ-Manajement • 02 Oct 2026
BRIN: Super El Nino Berpotensi Picu Kemarau Lebih Panjang

Heatstroke: Kondisi medis darurat akibat tubuh tidak mampu lagi mengatur suhu inti.

Dehidrasi Berat: Kehilangan cairan tubuh yang cepat akibat suhu udara yang sangat tinggi.

Penyakit Kardiovaskular: Panas ekstrem dapat memperberat kerja jantung pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan?

Mengingat fenomena ini diprediksi baru akan terjadi pada rentang 2026-2027, Indonesia memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan. Mitigasi yang terintegrasi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak kerugian.

Peran Pemerintah:

Pemerintah melalui kementerian terkait perlu memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) berbasis data satelit dan observasi lapangan yang akurat. Selain itu, manajemen tata kelola air harus ditingkatkan, termasuk pembangunan waduk baru, rehabilitasi jaringan irigasi, dan optimalisasi penggunaan teknologi pengolahan air. Di sektor pertanian, pemerintah perlu menyiapkan skema asuransi pertanian bagi petani yang terdampak kemarau serta diversifikasi pangan agar ketergantungan pada satu komoditas dapat dikurangi.

Peran Masyarakat:

Di tingkat akar rumput, masyarakat diharapkan dapat mulai melakukan penghematan penggunaan air bersih. Penanaman pohon di lingkungan sekitar dan menjaga kelestarian lahan hijau juga dapat membantu menurunkan suhu mikro di lingkungan tempat tinggal. Kesadaran akan pola hidup sehat dan perlindungan diri saat cuaca panas juga menjadi kunci utama dalam menghadapi gelombang panas.

Kesimpulan

Peringatan dari peneliti BRIN mengenai potensi Super El Nino pada tahun 2026-2027 merupakan alarm penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. Fenomena ini bukanlah sekadar perubahan cuaca biasa, melainkan ancaman sistemik yang dapat mengganggu ketahanan pangan, ketersediaan air, stabilitas energi, hingga kesehatan masyarakat secara nasional. Dengan waktu persiapan yang ada, koordinasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan kesadaran masyarakat dalam melakukan mitigasi sangat krusial untuk memastikan Indonesia mampu menghadapi tantangan iklim ekstrem ini dengan tangguh.