Stabilitas Sistem Keuangan: Pengenalan mata uang digital baru dapat mengubah perilaku masyarakat dalam menyimpan uang. Jika tidak dikelola dengan sangat hati-hati, hal ini berisiko memicu "disintermediasi perbankan", di mana masyarakat cenderung memindahkan simpanannya dari bank komersial ke saldo digital bank sentral, yang pada akhirnya dapat mengganggu likuiditas perbankan nasional.
Keamanan Siber (Cybersecurity): Transisi ke sistem berbasis digital sepenuhnya menuntut standar keamanan siber yang ekstrem. Risiko peretasan, pencurian data, dan serangan siber terhadap infrastruktur mata uang negara merupakan ancaman nyata yang harus dimitigasi sebelum teknologi ini diluncurkan secara massal.
Literasi Digital Masyarakat: Meskipun penggunaan smartphone sangat tinggi, pemahaman mendalam mengenai keamanan transaksi digital dan konsep CBDC di tingkat masyarakat akar rumput masih memerlukan edukasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, memaksakan implementasi Rupiah Digital sebelum faktor-faktor di atas terpenuhi justru berisiko menciptakan ketidakstabilan baru dalam sistem moneter yang saat ini sudah berjalan cukup stabil.
Membandingkan CBDC dengan Ekosistem Pembayaran Digital Saat Ini
Salah satu poin penting dalam diskusi ini adalah melihat bagaimana ekosistem pembayaran digital di Indonesia saat ini sudah sangat kompetitif. Kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dompet digital (e-wallet), hingga mobile banking telah memberikan kemudahan transaksi yang luar biasa bagi masyarakat.
Dalam pandangan Anwar, fungsi-fungsi yang diharapkan dapat dipenuhi oleh Rupiah Digital—seperti efisiensi transaksi dan kecepatan pembayaran—sebagian besar telah berhasil dijawab oleh inovasi teknologi finansial (fintech) dan perbankan saat ini. Oleh karena itu, urgensi untuk menggantikan atau menambahkan lapisan CBDC di atas sistem yang sudah berjalan dianggap belum terlihat secara signifikan bagi pengguna akhir (end-user).
Namun, hal ini bukan berarti Bank Indonesia tidak melakukan persiapan. Anwar menyiratkan bahwa studi mendalam tetap perlu dilakukan, namun dalam kerangka riset dan pengembangan (R&D), bukan sebagai agenda implementasi jangka pendek yang dipaksakan.
Tantangan Global dan Kedaulatan Moneter