Destry juga menyoroti pentingnya konektivitas lintas negara (cross-border) melalui QRIS. Hal ini bertujuan untuk memudahkan wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Indonesia dan sebaliknya, yang pada akhirnya akan mendongkrak sektor pariwisata dan perdagangan internasional.
Menjawab Persoalan: Apakah Uang Tunai Akan Dihapuskan?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di tengah gelombang digitalisasi adalah mengenai nasib uang tunai. Banyak pihak khawatir bahwa dengan semakin dominannya QRIS dan dompet digital (e-wallet), uang fisik akan segera punah dari peredaran. Namun, Destry Damayanti memberikan pandangan yang lebih moderat dan pragmatis.
Menurut pandangannya, arah kebijakan Bank Indonesia tidak bertujuan untuk menghapuskan uang tunai secara total, melainkan menuju masyarakat yang "less cash" (mengurangi ketergantungan pada uang tunai), bukan "cashless" (tanpa uang tunai sama sekali). Uang tunai tetap memiliki peran vital dalam ekonomi Indonesia, terutama mengingat karakteristik geografis Indonesia yang luas dan beragam.
Alasan Uang Tunai Tetap Relevan
Destry menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang membuat uang tunai tetap tidak tergantikan dalam waktu dekat:
Pertama, faktor infrastruktur digital yang belum merata. Meskipun di kota-kota besar koneksi internet sudah sangat stabil, masih banyak wilayah di pelosok Indonesia yang mengalami kendala sinyal. Dalam kondisi tersebut, uang tunai tetap menjadi alat tukar yang paling andal.
Kedua, faktor inklusi sosial. Masih banyak lapisan masyarakat, terutama kelompok lansia atau masyarakat di daerah terpencil, yang belum memiliki literasi digital yang cukup untuk menggunakan aplikasi pembayaran berbasis smartphone. Bagi kelompok ini, uang fisik adalah instrumen yang paling mudah dipahami dan digunakan.
Ketiga, peran uang tunai sebagai instrumen cadangan dalam situasi darurat. Jika terjadi gangguan sistem pada jaringan komunikasi atau kegagalan teknis pada penyedia jasa pembayaran digital, uang tunai menjadi jaring pengaman (safety net) yang menjamin transaksi tetap bisa berjalan.
Transisi Menuju Masyarakat Less-Cash
Meskipun uang tunai tetap ada, Destry menegaskan bahwa porsi penggunaannya secara perlahan akan berkurang seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem digital. Tantangan utamanya adalah bagaimana membangun ekosistem yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga aman dan inklusif bagi semua kalangan.
Tantangan Keamanan dan Literasi Digital
Ekspansi digitalisasi yang masif tentu membawa tantangan baru yang tidak kalah besarnya. Destry Damayanti menyadari bahwa keamanan siber (cybersecurity) harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan sistem pembayaran digital. Meningkatnya volume transaksi digital secara otomatis meningkatkan risiko serangan siber, pencurian data, dan penipuan daring (fraud).