Faktor Iklim: Fenomena seperti El Nino atau La Nina yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian.
Ketersediaan Stok: Ketidakseimbangan antara produksi nasional dengan tingkat konsumsi masyarakat.
Dalam konteks ini, Destry menegaskan bahwa BI tidak bisa melakukan intervensi langsung terhadap harga cabai atau beras di pasar. Peran pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi sangat krusial untuk memastikan stabilitas stok dan kelancaran distribusi.
Dampak Kebijakan Harga Terkendali (Administered Prices)
Selain masalah pangan, variabel lain yang menjadi perhatian besar adalah kebijakan harga yang diatur oleh pemerintah atau administered prices, terutama harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif listrik. Perubahan pada harga BBM bersubsidi memiliki efek domino yang sangat luas terhadap struktur biaya ekonomi di Indonesia.
Ketika harga BBM mengalami penyesuaian, hal ini secara langsung akan meningkatkan biaya logistik dan transportasi. Kenaikan biaya logistik ini kemudian akan dibebankan pada harga produk akhir, termasuk bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, yang pada akhirnya mendorong inflasi secara keseluruhan. Destry menggarisbawahi bahwa keputusan terkait harga energi adalah ranah kebijakan fiskal pemerintah, namun dampaknya akan langsung dirasakan dalam perhitungan inflasi yang dipantau oleh BI.
Oleh karena itu, koordinasi dalam menentukan waktu dan besaran penyesuaian harga energi sangat diperlukan agar tidak menimbulkan kejutan ekonomi (economic shock) yang dapat merusak ekspektasi inflasi masyarakat. Sinergi ini harus melibatkan perhitungan matang mengenai dampaknya terhadap daya beli masyarakat menengah ke bawah.
Penguatan Peran TPIP dan TPID dalam Menjaga Stabilitas
Menanggapi kompleksitas tersebut, Destry menyarankan penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Lembaga-lembaga ini merupakan manifestasi nyata dari sinergi antara otoritas moneter dan pemerintah dalam mengawal stabilitas harga di berbagai level.
Keberhasilan pengendalian inflasi di Indonesia selama ini banyak bergantung pada efektivitas kerja TPID di daerah. Beberapa langkah strategis yang dianggap penting dalam memperkuat peran ini antara lain:
Sinkronisasi Data: Memastikan data ketersediaan pangan antar daerah akurat untuk menghindari spekulasi pasar.