Mendorong Hilirisasi yang Sehat
Lebih lanjut, Sarjito juga mengaitkan pentingnya BMKS dengan kebijakan hilirisasi yang sedang digalakkan pemerintah. Hilirisasi tidak hanya soal membangun smelter, tetapi juga soal bagaimana nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan mineral tersebut dapat tercatat secara akurat dalam sistem ekonomi nasional.
Tanpa transparansi harga di tingkat hulu maupun antara proses pengolahan, potensi nilai tambah yang dihasilkan dari hilirisasi bisa saja "menguap" melalui skema pengalihan laba ke luar negeri. BMKS diharapkan mampu mengawal setiap tahapan nilai tambah ini, mulai dari bijih mentah hingga menjadi produk turunan yang siap diekspor.
Tantangan Implementasi dan Harapan ke Depan
Meskipun memiliki peran yang sangat krusial, pembentukan BMKS bukan tanpa tantangan. Sarjito menyadari bahwa mengintegrasikan kepentingan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari perusahaan tambang besar, pemerintah, hingga pelaku pasar global—memerlukan koordinasi yang sangat kuat.
Dibutuhkan regulasi yang tegas untuk mewajibkan seluruh pelaku industri melaporkan transaksi mereka melalui platform bursa. Selain itu, aspek teknologi informasi juga menjadi kunci. Sistem bursa harus memiliki keamanan tingkat tinggi dan kemampuan untuk mengolah data besar (big data) guna mendeteksi anomali harga secara real-time.
Jika BMKS dapat berjalan dengan efektif, Indonesia tidak hanya akan mendapatkan manfaat secara finansial dari penguatan penerimaan negara, tetapi juga akan memperkuat posisinya dalam rantai pasok mineral global. Transparansi akan menjadi daya tarik utama bagi ekosistem industri mineral yang berkelanjutan dan kredibel di mata dunia.
Kesimpulan
Praktik under-invoicing dan transfer pricing merupakan ancaman laten yang terus menggerogoti potensi pendapatan negara dari sektor pertambangan. Melalui pandangan Sarjito, calon tunggal Kepala Eksekutif Pengawas BMKS, terlihat jelas bahwa pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) adalah langkah strategis yang mendesak. BMKS tidak hanya berfungsi sebagai wadah perdagangan, tetapi sebagai benteng transparansi yang akan menutup celah manipulasi harga, mengoptimalkan penerimaan royalti, dan mendukung keberhasilan kebijakan hilirisasi nasional secara menyeluruh.