DWJ Manajement - PORTAL

Daftar 22 Aplikasi Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi

Oleh: DWJ-Manajement • 29 Sep 2026
Daftar 22 Aplikasi Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi

Panduan bagi Orang Tua: Menjadi "Digital Parent" yang Bijak

Menghadapi situasi ini, melarang anak menggunakan teknologi sepenuhnya bukanlah solusi yang efektif di era sekarang. Solusi yang lebih tepat adalah dengan menjadi digital parent atau orang tua digital yang proaktif. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan:

1. Mengaktifkan Fitur Parental Control

Hampir semua perangkat pintar saat ini memiliki fitur kontrol orang tua. Manfaatkan fitur seperti Google Family Link untuk memantau durasi penggunaan aplikasi, membatasi konten yang dapat diakses, hingga menyaring aplikasi apa saja yang boleh diunduh oleh anak.

2. Menetapkan Aturan Waktu Layar (Screen Time)

3. Membangun Komunikasi Terbuka

Jangan jadikan teknologi sebagai pengganti kehadiran orang tua. Bangunlah komunikasi yang nyaman sehingga ketika anak menemui sesuatu yang aneh, menakutkan, atau membuat mereka tidak nyaman di internet, mereka akan merasa aman untuk bercerita kepada Anda tanpa takut dimarahi.

4. Pendampingan Aktif

Sesekali, duduklah bersama anak saat mereka bermain gim atau menonton YouTube. Dengan mendampingi, Anda tidak hanya bisa mengawasi kontennya, tetapi juga bisa memberikan edukasi langsung mengenai hal-hal yang baik dan buruk yang mereka temui di layar.

Kesimpulan

Rilis daftar 22 aplikasi berisiko tinggi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital harus menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran teknologi adalah sebuah keniscayaan, namun keamanan dan kesehatan mental anak tetap harus menjadi prioritas utama. Dengan memahami risiko yang ada pada platform seperti YouTube dan Valorant, serta menerapkan pola asuh digital yang bijak, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat, aman, dan mendukung pertumbuhan positif generasi masa depan Indonesia.

```