DWJ Manajement - PORTAL

Danantara Masuk KSSK, Pengusaha: Harusnya Kemenko Perekonomian

Oleh: DWJ-Manajement 28 Jul 2026
Danantara Masuk KSSK, Pengusaha: Harusnya Kemenko Perekonomian

Fokus Sektor Riil: Menjaga agar kebijakan investasi tidak hanya berputar di pasar keuangan, tetapi juga menyentuh kebutuhan industri dan manufaktur.

Risiko Dualisme dan Ketidakpastian Pasar

Para analis ekonomi juga memperingatkan adanya risiko dualisme dalam pengambilan keputusan ekonomi jika Danantara dipaksakan masuk ke dalam KSSK. Dualisme ini dapat terjadi jika terjadi perbedaan pandangan antara Danantara yang ingin melakukan ekspansi investasi besar-besaran dengan anggota KSSK lain yang mungkin ingin melakukan pengetatan demi menjaga stabilitas.

Ketidakpastian ini dikhawatirkan akan dibaca secara negatif oleh investor internasional dan pasar modal. Investor membutuhkan kepastian hukum dan kejelasan mengenai siapa yang memiliki otoritas dalam menjaga stabilitas pasar. Jika struktur KSSK berubah menjadi terlalu politis atau terlalu berorientasi pada pengelolaan aset, kepercayaan pasar terhadap ketangguhan sistem keuangan Indonesia bisa menurun.

Tantangan Transisi Ekonomi Nasional

Langkah pembentukan Danantara sendiri merupakan bagian dari ambisi besar pemerintah untuk menciptakan kendaraan investasi yang lebih kuat guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. Namun, ambisi besar ini harus dibarengi dengan tata kelola (governance) yang bersih dan pemisahan peran yang jelas antara regulator dan pemain pasar.

Pemisahan yang tegas antara "wasit" (regulator dalam KSSK) dan "pemain" (pengelola investasi seperti Danantara) adalah prinsip fundamental dalam ekonomi makro yang sehat. Mencampuradukkan keduanya dalam satu meja pengambilan keputusan stabilitas dinilai sebagai langkah mundur dalam hal penguatan institusi keuangan.

Kesimpulan

Rencana pemerintah untuk menyertakan BPI Danantara dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memicu perdebatan mengenai efektivitas dan risiko tata kelola ekonomi nasional. Kritik dari APINDO menekankan pentingnya menjaga marwah KSSK sebagai lembaga penjaga stabilitas yang murni bersifat regulatoris dan preventif.

Untuk menghindari benturan kepentingan dan ketidakpastian di pasar keuangan, pemerintah disarankan untuk tetap menjaga pemisahan peran antara lembaga pengelola investasi dengan lembaga pengawas keuangan. Menempatkan Danantara di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dinilai sebagai solusi jalan tengah yang lebih aman, guna memastikan pertumbuhan investasi Danantara tetap berjalan beriringan dengan stabilitas ekonomi nasional tanpa mengganggu mekanisme pengawasan keuangan yang sudah ada.