DBS melihat transisi ini sebagai peluang emas dalam sektor pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance). Bank ini tidak hanya fokus pada pembiayaan manufaktur kendaraan secara langsung, tetapi juga menyasar seluruh ekosistem pendukungnya, antara lain:
Pengembangan Infrastruktur Pengisian Daya: Pembiayaan untuk pembangunan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah strategis.
Industri Komponen Baterai: Dukungan modal bagi perusahaan yang bergerak dalam pengolahan nikel hingga produksi sel baterai.
Rantai Pasok Lokal: Membantu vendor dan supplier komponen lokal untuk melakukan upgrade teknologi agar mampu memenuhi standar global.
Pembiayaan Konsumen: Menyediakan skema kredit yang kompetitif bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Membuka Peluang Ekspor dan Investasi Asing
Konektivitas yang dimiliki DBS tidak hanya bekerja satu arah dari luar ke dalam, tetapi juga sebaliknya. Jaringan luas di 19 negara memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan otomotif Indonesia untuk menjangkau pasar global. Dengan dukungan fasilitas trade finance dari DBS, produsen lokal dapat lebih mudah melakukan ekspansi ekspor ke pasar-pasar potensial di kawasan Asia dan sekitarnya.
Selain ekspor produk, fokus DBS juga tertuju pada penarikan Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI). Banyak investor global saat ini sedang mencari basis produksi baru yang memiliki efisiensi tinggi dan akses mudah ke pasar regional. Dengan memanfaatkan jaringan perbankannya, DBS dapat bertindak sebagai mitra strategis yang merekomendasikan dan memfasilitasi masuknya modal asing ke sektor otomotif Indonesia.