DWJ Manajement - PORTAL

Di Hadapan Generasi Muda, Pertamina Kenalkan Konsep Dual Growth Strategy

Oleh: DWJ-Manajement • 05 Sep 2026
Di Hadapan Generasi Muda, Pertamina Kenalkan Konsep Dual Growth Strategy

Pertamina Paparkan Dual Growth Strategy di IdeaFest: Menyeimbangkan Ketahanan Energi dan Transisi Rendah Karbon

Langkah strategis Pertamina dalam menjawab tantangan masa depan energi global di hadapan generasi muda.

JAKARTA - Menghadapi dinamika transisi energi global yang semakin kompleks, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah proaktif untuk memberikan arah yang jelas mengenai masa depan energi nasional. Dalam gelaran IdeaFest, sebuah ajang kreativitas dan inovasi tahunan, Pertamina memperkenalkan sebuah konsep fundamental yang menjadi kompas perusahaan dalam menavigasi perubahan zaman, yakni Dual Growth Strategy.

Konsep ini dipaparkan secara langsung di hadapan para inovator, pembuat kebijakan, dan yang paling penting, generasi muda yang akan menjadi aktor utama dalam pengelolaan energi di masa depan. Melalui Dual Growth Strategy, Pertamina menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada satu sisi, melainkan menjalankan dua misi besar secara beriringan: menjaga ketahanan energi nasional saat ini dan membangun ekosistem energi rendah karbon untuk masa depan.

Membedah Konsep Dual Growth Strategy Pertamina

Dunia saat ini sedang berada dalam persimpangan jalan. Di satu sisi, kebutuhan akan energi untuk menggerakkan roda ekonomi, transportasi, dan industri masih sangat tinggi dan didominasi oleh bahan bakar fosil. Di sisi lain, tekanan global untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) dan mitigasi perubahan iklim menuntut peralihan cepat ke sumber energi yang lebih bersih.

Pertamina menyadari bahwa transisi energi tidak bisa dilakukan secara instan tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, Dual Growth Strategy hadir sebagai jawaban pragmatis namun visioner. Strategi ini membagi fokus pertumbuhan perusahaan ke dalam dua pilar utama yang saling memperkuat, bukan saling meniadakan.

Pilar pertama adalah penguatan bisnis energi konvensional guna menjamin ketersediaan pasokan energi yang stabil bagi seluruh rakyat Indonesia. Pilar kedua adalah akselerasi pengembangan bisnis berbasis energi terbarukan dan teknologi rendah karbon untuk mendukung keberlanjutan lingkungan jangka panjang.

Pilar Pertama: Menjaga Ketahanan Energi Nasional sebagai Pondasi Ekonomi

Ketahanan energi adalah harga mati bagi kedaulatan sebuah bangsa. Tanpa pasokan energi yang cukup, aman, dan terjangkau, pertumbuhan ekonomi sebuah negara dapat terhambat. Pertamina, sebagai perusahaan energi nasional, memegang mandat besar untuk memastikan kebutuhan energi domestik terpenuhi di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan ketidakpastian geopolitik global.

Dalam pilar pertama ini, Pertamina tetap berupaya mengoptimalkan pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) yang ada. Fokus utamanya meliputi:

Eksplorasi dan Produksi: Terus melakukan upaya pencarian cadangan baru guna memperpanjang usia produksi migas nasional.

Efisiensi Operasional: Menggunakan teknologi terkini untuk meningkatkan hasil produksi dari lapangan-lapangan minyak yang sudah ada (mature fields).

Stabilitas Distribusi: Memastikan rantai pasok bahan bakar minyak (BBM) dari kilang hingga ke pelosok daerah berjalan tanpa gangguan, sehingga harga tetap terjangkau bagi masyarakat luas.